JANGAN MENYIMPAN AMARAH SAMPAI MATAHARI TERBENAM

3 May 2019

 

Filemon 1 : 8-12

8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 -- dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu -- dia, yaitu buah hatiku --.

 

 

Filemon adalah pengusaha terkemuka di Kolose. Ia menjadi Kristen karena pekabaran Injil Rasul Paulus. Onesimus adalah salah satu karyawannya. Onesimus pernah melakukan kesalahan sehingga membuat Filemon rugi besar dan sangat marah. Namun Onesimus bukannya meminta maaf, ia malah melarikan diri sehingga menjadi buronan dan tertangkap di kota Roma. Lalu dijebloskan ke dalam penjara. Di situ ia berjumpa dengan Rasul Paulus, dan oleh Injil Kristus yang Onesimus dengar dari Rasul Paulus, ia pun bertobat dan menerima hidup baru dari Tuhan Yesus (2 Korintus 5:17-18); tidak lagi hidup dalam belenggu kuasa kegelapan/kuasa jahat (Efesus 5:8-9). Onesimus pun menjadi ‘anak-rohani’nya Rasul Paulus yang membantu penginjilan maupun membantu kehidupan sesehari Paulus karena keberadaanya yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan di penjara Roma.

 

Ketika Onesimus bebas dari penjara, Paulus menyuruhnya menjumpai Filemon di Kolose; agar sesuai Filemon memaafkan dan menerima Onesimus sebagai saudara dalam iman sehingga keduanya hidup dalam damai sejahtera, bukan lagi dalam kebencian dan dendam.

 

Sobat, menyimpan dendam akan menyakitkan sebagaimana yang dialami Nicky. Tapi hidup yang memaafkan akan menghasilkan buah yang baik seperti yang dihasilkan Pendeta David Wilkerson, yang walau diludahi dan dipukuli oleh Nicky namun selalu mengingatkan Nicky: “Anda bisa memotong-motong tubuh Pendeta menjadi ribuan potong, tapi setiap potongan itu akan tetap mengasihi anda, karena tidak ada yang bisa membunuh cinta-kasih; karena Allah adalah kasih dan dalam Kristus, Allah mengasihimu dan mau menyelematkanmu …”Lalu mendoakan mereka dengan penuh kasih.

 

Oleh karena itu, mari kita tidak berbuat dosa ketika marah dan jangan memberi kesempatan kepada iblis tetapi memadamkan amarah sebelum matahari terbenam.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan berikanlahku hati yang lembut, yang tidak mudah untuk terbawa-perasaan namun dapat sabar dan tegar serta memaafkan orang yang menjengkelkan atau yang berbuat kesalahan padaku.

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon