DAMAI SEJAHTERA KRISTUS MEMPERSATUKAN

5 May 2019

 

Efesus 2 : 11-18

11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

 

 

Sobat Teruna, Rasul Paulus dalam perikop bacaan kita mengingatkan tiga hal sehubungan dengan terjadinya perbedaan pandangan antara orang Yahudi dan non Yahudi. Pertama;”Kristus adalah damai sejahtera yang mempersatukan (2:11-14)”. Sebelumnya, menurut orang Yahudi, sunat secara lahiriah tanda perjanjian Allah yang dinyatakan kepada nenek moyang mereka, melalui Abraham, Ishak, Yakub dan Musa, orang non Yahudi digolongkan sebagai orang yang tidak bersunat dan belum mengenal Kristus sehingga mereka dianggap tidak menerima perjanjian Allah. Tetapi setelah mereka sudah menerima Kristus, tembok pemisah itu dihancurkan, Kristus memberikan hak jaminan keselamatan kepada siapa saja yang mau menerima anugerah-Nya. Jadi sumber damai sejahtera itu ya hanya Yesus Kristus bukan sunat lahiriah. Dan Kristus tidak membedakan tetapi jusru mempersatukan.

 

Kedua: “Kesatuan adalah wujud kesejahteraan“. Pepatah bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh sudah diruntuhkan oleh Yesus Kristus. Jadi hubungan itu sudah didamaikan. Kristus sudah membuka hubungan baik kita dengan Tuhan dan dengan sesama, sehingga kita bisa membangun hidup bersama untuk saling melengkapi guna mencapai hidup yang sejahtera.

 

Ketiga: “Kesejahteraan adalah tidak adanya perseteruan”. Jurang pemisah antara manusia dengan Allah karena dosa dan jurang pemisah antara manusia dengan sesamanya yang merupakan wujud dari perbuatan berdosa, salah satunya adalah kesombongan diri, itu nampak dalam pandangan orang Yahudi dan non Yahudi ketika hidup diluar Kristus. Tetapi Yesus Kristus telah menghapus perseteruan itu untuk mendatangkan kesejahteraan. Jadi sobat Teruna, jika kita ingin mengaminkan kesejahteraan yang telah dianugerahkan Yesus Kristus dan mewujudkan kesejahteraan kita bersama, maka kita harus menjauhkan perseteruan dari hidup kita.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus Kristus yang telah memulihkan dan mendamaikan hidupku dengan diri-Mu dan sesamaku, mampukanlah aku hidup bersama mewujudkan sejahtera-Mu dan menjauhkan perseteruan.

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon