MENDENGAR YESUS MENDATANGKAN KEBAIKAN


Matius 6 : 19-24

19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”


Eva Celia seorang artis ibukota ketika ditanyakan warisan apa yang ingin ia tinggallkan untuk generasi selanjutnya, dia menjawab: “Saya pikir sekarang ini banyak orang yang mengejar hal-hal yang berbau materi dan cenderung melupakan hal yang penting dalam hidup, yaitu menjadi pribadi yang baik dan peduli terhadap sesama dan juga lingkungannya!”


Manusia pada umumnya mengukur keberhasilan hidup seseorang dari harta atau uang yang dimilikinya. Orientasi pun melulu mengejar dan mendapati materi dengan segala cara. Demikian pula manusia, orang Farisi/Yahudi di zaman Yesus yang menitikberatkan kekayaan/materi sebagai tanda perkenanan Tuhan. Cara pandang dan sikap manusia terhadap materi ini termasuk dalam kehidupan orang Kristen, oleh Yesus adalah suatu bahaya rohani yang dapat memengaruhi manusia saat mengumpulkan harta yang kerap menghalalkan segala cara dan imbasnya membuat orang lain hilang kesejahteraan bahkan merusak lingkungan (penebangan besar-besaran pohon merbau di hutan Papua). Ironisnya harta /kekayaan yang terlihat dan bisa dipegang itu adalah sementara atau fana yang suatu hari pasti akan lenyap.


Sobat Teruna, Tuhan Yesus membuka wawasan dan memberi penegasan sebagai orang Kristen untuk membuat batasan dengan bijaksana agar materi/harta tidak memperhamba diri kita. Selain itu kita dilatih untuk selalu mendengar perkataan Tuhan Yesus sehingga memenuhi hati kita dengan harta sorgawi yang tidak dapat dicuri dan menjadi rusak. Hati yang dipenuhi dengan harta sorgawi yaitu taat kepada Yesus Kristus dan menjaga hidup benar dan yang menjadi prioritas ialah mengasihi dan mengandalkan Tuhan, sehingga dampaknya kita akan mengasihi orang lain, memikirkan dan mengingini kesejahteraan orang lain bagi lingkungan.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus mampukan aku untuk dapat berjuang melatih diri agar selalu mendatangkan kebaikan bagi sesama.