SETIA BERPENGHARAPAN PADA-NYA


Ibrani 10 : 19-25

19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.


Sebuah puisi karya James Dalton Mozrrison berjudul “Tuhan yang tidak Jauh” berisi syair sebagai berikut: “Tuhan tidak jauh, Tidak mengasihi dan kejauhan temaram. Dijadikannya darah dan dagingku. Hingga di dalamku Ia bersemayam. Kini naiklah ke hadirat Allah. Disanalah kesaksianku. Disini aku jadi saksinya. Karena Ia tinggal di dalamku”. Puisi ini mengungkapkan apa yang dimilikinya melalui Yesus. Hal ini juga terlihat di dalam pemikiran penulis Ibrani yang dengan jelas mengatakan tentang hak istimewa, sehingga kita dapat menerima dan menghampiri hadirat Allah melalui Yesus yang mati disalib dan bangkit dari kematian-Nya.


Sobat Teruna, sebagai remaja yang memiliki hak istimewa itu, biarlah hidup beriman kita aktif bertumbuh dan berubah sebagai respons dan tanggung jawab atas kasih karunia-Nya. Tiga hal yang dianjurkan penulis Ibrani bagi mereka yang menderita di dalam Kristus adalah 1) Orang beriman hidup dalam kedekatan dan menghadap Allah dengan hati yang tulus, artinya kita jangan lupa untuk menghampiri Allah dan berbakti di tengah-tengah kesibukan kita. Dengan datang kepada Allah maka kita dimampukan menjalani segala hal dengan hati penuh sukacita dan pikiran positif. 2) Teruslah berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan hanya kepada Allah. 3) Hidup dalam kasih dan melakukan pekerjaan baik. Hal ini ditunjukkan dengan kesediaan untuk berkumpul dan bersekutu. Hak istimewa tidak ada nilainya apabila tidak dilaksanakan sebagai persembahan yang indah ke hadirat-Nya.


Untuk itu, mari sobat Teruna kita menjaga kesetiaan untuk tetap hidup dalam kebenaran sesuai firman Tuhan. Kita tunjukkan keistimewaan kita dengan perilaku hidup yang selalu berpengharapan hanya pada-Nya dan mendatangkan perilaku kebaikan bagi semua orang.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Yesus yang baik, mampukanku untuk bisa selalu hidup setia berpengharapan hanya pada-Mu melalui perilaku yang selalu membawa kebaikan.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon