JANGAN BALAS KECURANGAN DENGAN KECURANGAN!


Kejadian 31 : 17-21

17 Lalu bersiaplah Yakub, dinaikkannya anak-anaknya dan isteri-isterinya ke atas unta, 18 digiringnya seluruh ternaknya dan segala apa yang telah diperolehnya, yakni ternak kepunyaannya, yang telah diperolehnya di Padan-Aram, dengan maksud pergi kepada Ishak, ayahnya, ke tanah Kanaan.19 Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya. 20 Dan Yakub mengakali Laban, orang Aram itu, dengan tidak memberitahukan kepadanya, bahwa ia mau lari. 21 Demikianlah ia lari dengan segala harta miliknya. Ia berangkat, menyeberangi sungai Efrat dan berjalan menuju pegunungan Gilead.


“Kebenaran dan kepastian mengapung di antara uang dan kuasa yang mengepung.” Pernyataan seorang jurnalis Indonesia yaitu Najwa Shihab ini hendak menjelaskan sebuah realita bahwa uang dan kekuasaan seringkali membuat sebuah kebenaran dan kepastian tidak dapat mendarat dengan semestinya. Bahkan uang dan kekuasaan pada keyataannya juga bisa merusak persaudaraan dan persahabatan.


Hal inilah yang terjadi antara hubungan Laban dan Yakub. Hubungan Yakub dan Laban rusak karena Laban berambisi untuk menguasai segala harta kekayaan yang ada. Padahal kekayaan Laban bisa semakin banyak dikarenakan kerja keras dari Yakub. Kekayaan merubah perilaku Laban kepada Yakub. Bahkan anak-anak Laban menuduh Yakub telah mengambil segala harta milik ayah mereka untuk membangun segala kekayaan bagi diri Yakub sendiri. Dalam situasi itulah Allah memerintahkan Yakub untuk kembali ke kampung halamannya. Perilaku Yakub yang mengikuti perintah Tuhan untuk kembali ke kampung halamannya sangat menunjukkan ketaatannya kepada Allah. Namun, di sisi lain cara Yakub pergi menunjukkan bagaimana Yakub membalas kecurangan Laban dengan kecurangan juga. Yakub pergi tanpa ijin, bahkan dikatakan, Yakub mengakali Laban. Apa yang dilakukan oleh Laban terhadap Yakub memang tidak baik, tetapi haruskah Yakub membalas Laban dengan kecurangan juga? Bagaimana dengan sobat Teruna? Pernahkah membalas kecurangan dengan kecurangan? Ingat ya sobat Teruna, kecurangan dibalas dengan kecurangan tidak akan pernah mendatangkan kebaikan. Sebagaimana Yakub akhirnya dikejar oleh Laban, begitu juga dengan sobat Teruna. Jika kita mau merasakan kedamaian dan kesejahteraan hidup; maka belajarlah berjuang untuk selalu membalas mereka yang curang dengan kebaikan Allah.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ajarku, untuk membalas segala kecurangan yang ada dengan kebaikan-Mu ya Allah.