BIJAK DALAM MENYELESAIKAN PERKARA


Kisah Para Rasul 15 : 22-29

22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. 23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. 24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. 25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”


Erin dan Sandra dipanggil oleh Bapak Pendeta dan para Majelis di gerejanya. Berikut adalah percakapan mereka.

Pendeta : “Sandra, Bapak Pendeta dengar, Sandra bilang kalau Erin belum resmi menjadi remaja Kristen karena Erin tidak bisa bernyanyi dan berdoa?”

Sandra : “Benar bapak Pendeta”

Pendeta : “Sandra, apakah Sandra tau apa akibat dari perkataan itu?”

Sandra : “Saya hanya bercanda Bapak”

Pendeta : “Sandra, bercanda boleh tetapi tidak membuat orang lain menjadi bingung. Seseorang dikatakan resmi menjadi remaja Kristen bukan karena dia pintar bernyanyi dan berdoa. Tetapi karena dia percaya kalau Tuhan Yesus adalah Juruselamatnya. Dan dia patuh menjalani ajaran dan perintah Tuhan Yesus. Mengerti Sandra”

Sandra : “Mengerti Bapak Pendeta. Sandra minta maaf, karena sudah salah berbicara”

Bapak Pendeta dan para Majelis meminta Sandra untuk minta maaf kepada Erin dan Erin pun menerimanya.


Sobat Teruna, ketika jemaat Anthiokia dibingungkan oleh ajaran dari jemaat di Yudea yang mengatakan bahwa keselamatan bukan hanya berasal dari Tuhan Yesus, mereka menjadi bingung dan gelisah. Akhirnya, permasalahan mereka ini dibawa dan dibahas oleh para Rasul di Yerusalem dibawah tuntunan Roh Kudus. Barnabas, Paulus, Yudas dan Silas diutus ke Anthiokia untuk menjelaskan pengajaran yang benar sehingga hati jemaat di Anthiokia kembali tenang.


Sobat Teruna, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Selama menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Kita harus meminta pertolongan Roh Kudus dan orang yang lebih mengerti tentang masalahnya. Dan ketika diberi penjelasan, kita belajar untuk mendengar dan melaksanakannya dengan baik.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, ajarilah aku supaya berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu. Apabila aku bersalah, berilah kerendahan hati untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang aku lakukan.