MEMBANTU DENGAN PERENCANAAN YANG BENAR


I Korintus 16 : 1-4

1 Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh -- menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 4 Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.


Kebanyakan orang ketika diminta untuk memberi bantuan bagi mereka yang miskin, lebih banyak berpikir apakah mau memberi atau tidak. Merasa tidak enak hati kalau tidak memberi dan malu-maluin kalau jumlah yang diberi sedikit. Padahal, dalam hal memberi bukan masalah enak hati atau tidak, malu-maluin atau tidak, tetapi sangat berkaitan dengan dorongan hati yang tulus (motivasi) untuk memberi, sehingga ketika memberi, pikiran kita tidak terfokus hanya pada materi, tetapi pada apa yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama kita.


Sobat Teruna, memberi tidak hanya sebatas uang. Ketika kita melihat saudara kita hidup dalam kemiskinan, kita merasa sedih atas penderitaan mereka. Hati kita tergerak oleh belas kasihan. Kita mulai berpikir dengan serius bagaimana caranya. Kita mulai mengumpulkan teman-teman, mulai merencanakan dan merancang suatu kegiatan dengan sungguh-sungguh. Pada akhirnya, kita bersama teman-teman mulai melakukan kegiatan pengumpulan bantuan dalam bentuk apapun dan mengelolanya dalam kejujuran dan ketulusan. Ketika motivasi kita benar, kita akan melakukannya dengan penuh sukacita, tidak terpaksa, tidak bersunggut-sunggut, tidak marah-marah. Kalau ada yang membuat kita kecewa, kita akan tersenyum saja. Kalau tidak ada yang memuji kita atau mengucapkan terima kasih, kita tidak akan marah.


Paulus pun melakukan hal yang sama. Bersama dengan jemaat di Galatia, Paulus mengumpulkan bantuan dengan perencanaan yang matang. Sehingga, ketika Paulus datang, bantuan itu akan dikirimkan ke Yerusalem untuk diteruskan kepada jemaat miskin di Palestina. Perencanaan yang matang dan kerjasama yang baik merupakan persembahan yang tak ternilai harganya. Hari ini sobat Teruna diajak untuk memberikan bantuan dengan cara yang benar dan menyenangkan hati Allah dan sesama.


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku supaya mampu menjadi saluran berkat bagi sesamaku yang menderita. Berikan hati yang tulus, murni dan jujur ya Tuhan supaya aku bisa merancang dan merencanakan segala sesuatunya dengan baik.