MENERIMA YANG BERBEDA KEYAKINAN

6 Jun 2019

 

Roma 14 : 7 - 12

7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. 10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. 11 Karena ada tertulis: “Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.” 12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

 

 

Ada sebuah foto yang diunggah dan menjadi viral sejak Juli 2017 lalu. Foto tersebut memperlihatkan dua orang pria berseragam loreng, Pasukan Khusus Unit Srinagar, India. Dalam foto nampak seorang pria tengah mendirikan salat, sementara seorang lagi yang berada di dekatnya berdiri sambil menenteng senapan laras panjang. Si pengunggah foto menuliskan keterangan bahwa ini merupakan bukti persahabatan dua orang tentara di India yang memiliki keyakinan berbeda, Islam dan Hindu. Namun, perbedaan itu tidak membuat mereka saling menjauhi satu sama. Melainkan saling membantu.

 

Sobat Teruna, tidak harus sama untuk dapat hidup berdampingan dengan damai dan saling membantu. Kepada jemaat perdana, Rasul Paulus menasihatkan bahwa mestinya mereka dapat hidup bersama dengan damai meskipun ada keyakinan yang berbeda di antara mereka. Ada yang berlatar belakang Yahudi dan yang bukan Yahudi. Mereka saling berdebat soal keyakinan siapa yang paling benar atau salah. Itu tak berguna. Yang paling penting, mereka bersama dipersatukan karena keyakinan kepada Yesus Kristus yang mengasihi dan menyelamatkan. Tidak perlu membesar-besarkankan perbedaan yang memisahkan, tetapi kokohkan jembatan yang menghubungkan, sehingga bisa saling menerima dan bersama mewujudkan damai sejahtera.

 

Hidup di NKRI dengan berbagai ragam keyakinan seharusnya mampu mengembangkan sikap menghargai mereka yang berbeda keyakinan. Jembatan penghubung kita adalah satu bangsa, satu tanah air. Kita mempunyai Lambang Negara dengan motto Bhinneka Tunggal Ika juga dasar Negara yang menjadi payung pemersatu, Pancasila. Dalam sikap menerima yang berbeda keyakinan, kita tetap mewartakan iman kitakepada Yesus. Karena Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang dan seluruh ajaran Yesus serta teladan-Nya adalah menghadirkan damai sejahtera.

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan. Jadikan aku pembawa damai sejahtera dalam hidup bersama dan aku dimampukan memahami dan menerima mereka yang berbeda keyakinan denganku.

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon