PANCASILA RELEVANKAH BAGI KEKRISTENAN?


Yeremia 33 : 1-9

1 Datanglah firman Tuhan untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 “Beginilah firman Tuhan, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya -- Tuhan ialah nama-Nya --: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.


Akhir-akhir ini ada beberapa orang yang mencoba melupakan Pancasila dalam cara hidup mereka. Orang-orang ini menganggap kalau menerapkan Pancasila, maka itu artinya mereka melanggar perintah agama. Benarkah? Pancasila adalah sebuah perumusan luhur yang dipikirkan dengan matang oleh para pemimpin bangsa ketika negara Indonesia berdiri. Pancasila menjadi dasar dalam bernegara. Pancasila menuntun rakyat Indonesia untuk menjadi manusia yang beradab dan hidup dalam kerukunan.


Di lain pihak, selama seminggu ini kita telah belajar firman Tuhan yang isinya relevan atau sesuai dengan kelima sila Pancasila yaitu; Ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Bila demikian, secara tegas kita dapat mengatakan bahwa kekristenan tidak bertentangan dengan Pancasila. Kekristenan selalu relevan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.


Bacaan kita hari inipun mempunyai persamaan nilai dengan sila kelima Pancasila. Apa itu? Kita melihat bagaimana pemeliharaan Allah atas umat-Nya yang takut akan Dia. Walaupun bangsa Israel sedang berada dalam pembuangan dan sedang tidak berada di negeri mereka sendiri, Allah tetap memelihara. Allah tetap mendatangkan kecukupan. Bangsa Israel tidak pernah kelaparan dan kekurangan. Allah bahkan menjanjikan kesejahteraan dan janji itu digenapi-Nya.


Kita bersyukur bahwa Tuhan memberikan berkat kecukupan dalam hidup kita. Oleh sebab itu mari kita belajar menjalankan firman-Nya sekaligus menjalankan dan menjiwai Pancasila. Bagaimana caranya? Kita bisa berbagi berkat dengan orang di sekeliling kita atau dengan orang orang yang berkekurangan. Sanggupkah kita?


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus ajar aku untuk dapat melakukan firman-Mu sekaligus menjiwai Pancasila yang menjadi dasar negaraku. Jadikan aku warga Negara yang baik.