TUHAN ALLAH, THE BIG BOSS


Kolose 2 : 6-15

6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. 8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.


Andi : Bro, ayo ke gereja. Ada teman kita, Rani and the gank yang akan menyanyi.

Joni : Jadi, kita ke gereja karena Rani mau menyanyi?

Rani : Ya enggak sih, tapi ‘kan aku mau tampil bro. Masa sih kamu nggak mau liat aku? Katanya teman? Kok teman nggak kasih support sih!?

Andi : Lagian, katanya ada pak jenderal Dudu dan Bupati daerah kita mau kunjungan ke gereja. Jadi, sekalian kita tampil di depan mereka.

Joni : Hah...!?!?!?



Sobat Teruna, hayo, ngaku! Siapa yang juga sering berpikir seperti Andi dan Rani? Bernyanyi karena ingin tampil, beribadah karena ada si anu dan si itu, atau bersekutu karena ada teman tertentu yang disukai.


Sobat Teruna, Rasul Paulus memuji jemaat di Kolose karena hidup mereka tertib dan teguh dalam iman kepada Kristus (ayat 5). Namun, dia menyadari bahwa ada beberapa orang yang berusaha memengaruhi saudara seiman dengan ajaran-ajaran yang tidak memuliakan Allah dan memasukkan kebiasaan/tradisi/adat nenek moyang yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita semua diingatkan untuk tidak mudah dipengaruhi oleh desakan dan pemikiran yang tidak menomorsatukan Allah.


Sobat, Tuhan Allah adalah the Big Boss, bukan kita, bukan sang jenderal atau bupati. Mereka adalah orang yang kita hormati, tetapi Tuhan jauh melebihi semua orang hebat di dunia. Kita juga diingatkan untuk tidak menonjolkan diri sendiri, tetapi rendah hati. Ketika menyanyi, bersekutu dan beribadah. Kita melakukannya demi Tuhan, bukan untuk tampil atau pamer. Anak Tuhan itu pasti keren-keren lho! Tapi kerennya harus buat Tuhan Yesus yah!


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, kami akan berusaha untuk bertumbuh, berakar dan berbuah demi kemuliaan nama Tuhan. Bukan untuk kehebatan atau ingin pamer.