WHAT GOES AROUND, COMES AROUND


Amos 5 : 7-13

7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah! 8 Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam; Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi --Tuhan itulah nama-Nya. 9 Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu. 10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas. 11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, --sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya. 12 Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyakdan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. 13 Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Amos, peternak dari Tekoa, Israel Selatan tidaklah dianggap nabi oleh bangsa Israel, karena merupakan orang awam (termasuk dari kalangan sosial yang rendah) dan tidak memiliki status nabi yang resmi. Namun Allah memberikan tugas kepadanya untuk *terbeban dan mengabarkan nubuatan-Nya kepada kerajaan Israel Utara tepatnya di wilayah Betel, tempat tinggal raja dan pusat agama. Kala itu kerajaan utara berada di puncak kejayaannya, perluasan wilayah, stabilitas politik dan kemakmuran nasional. Tetapi keimanan mereka bobrok. Mereka mengikuti pemimpinnya, raja Yerobeam II dalam penyembahan berhala, kehidupan mewah yang bejat, sistem peradilan rusak dan penindasan orang miskin. Mengapa raja berlaku seperti itu? Karena ia ingin hidup mengikuti bangsa-bangsa lain yang telah ditaklukkan, bangsa kaya tetapi memuja berhala. Akhirnya mereka berpaling dari Allah yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir dengan berbagai perbuatan ajaib. Semudah itukah hal ini terjadi?


Ternyata cukup mudah, ketika pemimpin memberlakukan dan kaum elit mengikutinya, maka kebobrokan dan ketidakadilan itu mewabah lalu lambat laun menjadi gaya hidup. Namun Tuhan sendiri berfirman akan mendatangkan hukuman di mana suatu bangsa yang kejam akan bangkit dan menindas Israel (ay.11 dan lihat juga 6:14). Dalam bahasa Inggris ada peribahasa: “What goes around, comes around” atau mirip dengan “Apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai”.


Sobat Teruna, banyak contoh manusia yang berlaku tidak adil setelah mencapai kesuksesan dunia. Mereka bisa saja diri kita sendiri, anggota keluarga, teman, atau orang di sekitar kita. Firman Tuhan mengingatkan: Mari berlaku adil tanpa memandang status sosial dan niscaya Tuhan beserta kita selamanya.


*Amos - berarti terbeban atau pemikul beban


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ketika aku saat ini dan di masa depan dapat meraih kesuksesan, ingatkan aku untuk menjadi orang yang rendah hati dan tidak melupakan Tuhan. Ingatkan aku menjadi orang yang tetap berlaku adil dalam kepada setiap orang yang kutemui.