MENYEMBAH DAN MENGIKUT TUHAN = BERLAKU BENAR + HIDUP ADIL


Amos 5 : 21-24

21 “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmudan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Jika belalang sembah memangsa sendiri pasangannnya dan seekor ibu panda yang hanya mengurus 1 anaknya lalu meninggalkan kembarannya adalah hal yang biasa dalam dunia hewan, tapi tidak biasa, bahkan tidak diterima dalam kehidupan manusia. Karena manusia bukanlah makhluk yang hanya memiliki insting, tetapi tercipta sesuai dengan gambaran Allah, dikaruniai jiwa serta akal budi. Manusia mampu membedakan mana yang benar dan salah ketika melihat Tuhan Penciptanya Sumber Kebenaran dan Keadilan.


Sayangnya, manusia jatuh ke dalam dosa dan susah berlaku benar dan adil karena hati korup dan mementingkan pemuasan diri. Hal ini terjadi turun temurun dan sejarah mencatat salah satunya dalam kehidupan bangsa Israel Utara di zaman raja Yeroboam II. Bangsa ini menjadi bangsa munafik yang menyembah Allah, tetapi di belakang menyembah berhala dan berlaku tidak adil dengan sesama yang lebih lemah. Allah geram, tidak menerima segala pujian dan persembahan mereka (ay. 21-23).


Bangsa Israel jauh dari misi Tuhan yaitu menjadi bangsa contoh rekan sekerja Allah dalam mengatur seisi kehidupan di dunia (Kej 1:28, 26:4). Allah ingin bangsa Israel bertobat dan kembali menjadi bangsa panutan yang berlaku adil dan benar bak air yang mengalir (ay.24). Dalam bahasa aslinya kata Adil - Mishpat - berarti perbuatan konkret untuk mengoreksi ketidakadilan dan berlaku benar; sedangkan Kebenaran - Tzedaqah - berarti memiliki hubungan yang adil kepada semua orang tanpa membedakan. Wow, mencengangkan sekali! Kebenaran dan keadilan terkait erat dan tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Jelaslah bagi kita, ketika mengaku menjadi pengikut Kristus, kebenaran dan keadilan haruslah terpancar keluar baik secara ritual maupun aktual.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Mishpat dan tzedaqah adalah 2 kata yang mau kukalungkan dalam loh hatiku kemana pun aku pergi. Biarlah itu menjadi identitasku sebagai teruna Kristus, Ya Yesus, Juruselamat Sang Sumber Kebenaran dan Keadilan sejati.