GAWAT, JANGAN SAMPAI HATI KITA BENGKOK!

2 Jul 2019

 

Kisah Para Rasul 8 : 4-25

4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: “Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.” 11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. 14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 19 serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” 20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.” 24 Jawab Simon: “Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu.” 25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Ada peribahasa yang yang sering kita dengar “Makin dibabat, makin merambat.” Kurang lebih itulah yang terjadi dalam kisah pelayanan para Rasul ketika mereka memberitakan Injil. Tantangan seperti penolakan, pelarangan, panangkapan, penahanan, penganiayaan, yang berujung penjara sudah dialami para Rasul. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat dan tekad untuk terus memberitakan Injil. Dikisahkan, pemberitaan Injil oleh para rasul telah menyebar ke berbagai wilayah, hingga ke luar Yerusalem, salah satunya wilayah Samaria.

 

Bacaan kita hari ini, menceritakan bahwa Filipus-lah yang mendapat bagian menyebarkan Injil ke wilayah Samaria. Ketika Filipus menyebarkan Injil, dan banyak melakukan mukjizat, orang banyak datang melihat dan menjadi percaya. Mereka meminta Filipus untuk membaptiskan mereka. Mendengar hal itu Petrus dan Yohanes diutus untuk mendampingi Filipus. Sesampainya di Samaria, ada salah seorang yang mengikuti Filipus bernama Simon datang menghampiri Petrus. Simon hendak membeli karunia Roh Kudus untuk melakukan mukjizat dengan uang. Simon mengira karunia Tuhan dapat dibeli dengan uang. Hal ini membuat Petrus mencap Simon memiliki hati yang bengkok (ay.21).

 

Sobat Teruna, pikiran kita mengendalikan hati. Kita harus menjaga pikiran kita sehingga hati kita pun bisa terjaga dan tidak bengkok. Oleh karena itu kita mesti banyak membaca firman Tuhan sehingga pikiran dadn hati kita tidak menjauh dari kehendak Allah. Apa akibatnya ketika pikiran dan hati kita bengkok? Berita-berita HOAX yang berakibat terpecahnya persatuan suatu bangsa, umat bahkan negara bermunculan. Sobat Teruna, marilah kita memiliki tekad yang bulat untuk senantiasa meminta hikmat Tuhan, sehingga pikiran dan hati kita senantiasa lurus dan tidak bengkok.

 

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, ajarlah aku untuk memiliki hati yang lurus, sehingga hidupku berkenan di hadirat-Mu.

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon