JIKA YESUS BERDOA, APA KITA MERUSAK?

6 Jul 2019

 

Kisah Para Rasul 10 : 1-23

1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. 2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. 3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!” 4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. 5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. 6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.” 7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia. 8 Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope. 9 Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. 10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. 11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. 12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!” 14 Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” 15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.” 16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit. 17 Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Simon. 18 Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu. 19 Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: “Ada tiga orang mencari engkau. 20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.” 21 Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: “Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?” 22 Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.” 23 Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna mungkin tahu bahwa orang Yahudi beranggapan hanya bangsa mereka yang dapat menerima keselamatan dan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Hal itu tentunya keliru. Itu sebabnya Alkitab mencatat ada seorang bukan Yahudi yang percaya bernama Kornelius. Kornelius merupakan orang bukan Yahudi yang pertama menjadi Kristen. Dari kisah ini, kita belajar bahwa injil keselamatan bukan hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi saja. Bahkan Alkitab menceritakan sekalipun Kornelius bukan Yahudi, namun hidupnya sangat saleh dan berkenan di hadapan Tuhan (ay. 2). Kornelius diperintahkan Tuhan untuk menjemput Petrus di Yope.

 

Sebelum Petrus berjumpa dengan Kornelius, ia diberi penglihatan tentang makanan yang haram (ay. 10-15). Sesungguhnya, dari pengelihatan itu, Tuhan ingin menyampaikan bahwa ketika ada orang yang mau dengan kesungguhan hati untuk percaya dan mengikut Kristus, maka sekalipun ia bukan Yahudi, ia tetap berkenan di hadapan Allah. Meskipun sebagian orang mengganggap bahwa tinggal dan makan bersama di rumah orang yang bukan Yahudi adalah najis dan haram. Namun Kornelius tetap bersukacita menyambut Petrus. Demikian halnya dengan Petrus, ia tetap tinggal bersama kornelius.

 

Sobat Teruna, ketika kita bergaul hendaknya kita tidak membeda-bedakan sesama kita. Baik mereka yang berambut keriting maupun lurus, berkulit hitam maupun putih, bermata belo maupun sipit, berasal dari keluarga kaya maupun miskin. Sambutlah mereka dengan sukacita, sebab Tuhan ingin kita saling menghargai, menghormati dan mengasihi satu dengan yang lain. Tuhan tidak menginginkan ada tembok pemisah di antara bangsa-bangsa. Bahkan Yesus berdoa agar umat-Nya bersatu dalam Kristus (baca Yoh. 17:21). Yesus berdoa untuk kesatuan dan persatuan umat-Nya, masakan kita merusaknya?

 

 

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, mampukan aku menjadi pemersatu di tengah perbedaan tanpa menganggap yang satu lebih baik dari yang lain.

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon