AKU MENGASIHI SESAMA


Roma 13 : 8-11

8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. 11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Coba sebutkan bagaimana cara kita mengasihi sesama kita! Pasti semua tahu. Tapi, apakah kita melakukannya? Kasih bukan untuk diperbincangkan, melainkan untuk dilakukan. Kalau kasih hanya diperbincangkan, maka tidak ada Romo Mangun yang membangun pemukiman bagi kaum marginal di Kali Code, Yogyakarta. Pun tidak ada Butet Manurung yang mengajarkan Orang Rimba baca tulis di pedalaman Jambi. Dan masih banyak contoh lagi.


Sobat Teruna, ayat pertama dalam bacaan kita hari ini apabila dibaca dalam teks Yunani memiliki makna kita tidak boleh berhutang pada siapa pun, kecuali untuk saling mengasihi. Jadi, mengasihi sesama adalah hutang yang harus dilunasi. Artinya sesuatu yang wajib dilakukan. Kenapa? Karena Kristus sudah melakukannya terlebih dahulu kepada kita. Dia membayar lunas dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib.


Sobat Teruna, berzinah, membunuh, mencuri, mengingini milik orang lain, itu adalah kekejian bagi Tuhan. Itu bukan bentuk kasih. Mari periksa diri kita. Bagaimana cara kita berpacaran? Apa yang sering menjadi tontonan kita? Apakah kita pernah mencuri barang teman karena barang tersebut sedang trend? Apakah kita menghasut orang lain karena kita sirik dan iri kepada dia? Sekarang, tinggalkan semua hal yang demikian. Mari mengingat bahwa Kristus sangat mengasihi kita dan kita memiliki utang yang harus dilunasi, yaitu mengasihi sesama. Kasih tidak berbuat jahat, karena kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Yuuukkkk, mulai hari ini, kita hidup di tengah perbedaan di negara kita untuk saling mengasihi karena Pancasila juga mengajarkan kita demikian.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Mampukan aku melunasi utangku, yaitu mengasihi orang lain karena itu sebagai ucapan syukurku yang telah Engkau kasihi terlebih dahulu ya Allah.

*Sumber ilustrasi Butet Manurung : instagram/thejungleschool