AKU MERESPONS FIRMAN-MU DENGAN SUKACITA


Keluaran 24 : 1-8

1 Berfirmanlah Ia kepada Musa: “Naiklah menghadap Tuhan, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh. 2 Hanya Musa sendirilah yang mendekat kepada Tuhan, tetapi mereka itu tidak boleh mendekat, dan bangsa itu tidak boleh naik bersama-sama dengan dia.” 3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman Tuhan dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: “Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu, akan kami lakukan.” 4 Lalu Musa menuliskan segala firman Tuhan itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel. 5 Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada Tuhan. 6 Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu. 7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman Tuhanakan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” 8 Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: “Inilah darah perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Hari ini kita membaca bagaiman Musa menerima firman Tuhan dan menuliskannya serta mendirikan mezbah di kaki gunung dengan dua belas tugu sesuai jumlah dua belas suku bangsa Israel. Betapa Allah mengasihi bangsa Israel sehingga Dia memberikan aturan-aturan dan firman untuk ditaati dan dilakukan oleh mereka.


Sobat Teruna, apa jadinya dunia ini tanpa aturan? Lalu lintas akan menjadi kacau karena tidak ada lampu lalu lintas dan polisi yang mengatur. Kita tidak tahu kapan harus masuk kelas karena tidak ada bell sekolah berbunyi. Kita akan menjadi liar karena orangtua tidak memberi aturan kapan harus belajar dan bermain. Ya, semua menjadi kacau balau.


Firman Tuhan, itulah yang mengatur hidup bangsa Israel termasuk kita orang-orang yang sudah diselamatkan. Firman Tuhan berfungsi untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan dan mendidik orang dalam kebenaran. Dengan firman Tuhan, kita tahu apa yang Allah inginkan dan yang mesti kita lakukan, apa yang berkenan kepada Allah dan yang tidak. Firman Tuhan adalah perkataan-Nya. Setiap perkataan-Nya haruslah ditaati dan dilakukan. Baik atau tidak baik waktunya. Menaati dan melakukan firman Tuhan bukan tergantung mood kita. Bagaimana kita mengetahui firman Tuhan tanpa pernah membacanya? Untuk itu marilah membaca Alkitab. Membaca Alkitab bukan karena kita suka atau tidak suka seperti ketika kita menyukai novel karya Bayu Permana. Setelah kita membaca firman Tuhan, kita mengetahuinya, kemudian kita meresponsnya dengan sukacita. Dalam bacaan ini, bangsa Israel merespons firman Tuhan melalui persembahan yang diberikan sebagai kurban bakaran dan kurban pendamaian.


Sobat Teruna, kita diperdamaikan dan diselamatkan karena kurban darah Kristus. Untuk itu, mari senangkan dan taati Dia.



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Terimakasih untuk firman-Mu ya Allah yang selalu mengajar, menegur dan mengingatkan aku. Aku mau menaati setiap perkataan-Mu itu. Mampukan aku.