HIDUP KUDUS? SIAPA TAKUT

28 Jul 2019

 

2 Korintus 7: 1-7

 1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. 2 Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorang pun, tidak seorang pun yang kami rugikan, dan tidak dari seorang pun kami cari untung. 3 Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati. Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah. 5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Persoalan hidup kudus menjadi hits di kalangan remaja saat ini. Dengan mudahnya mengakses internet melalui media telekomunikasi seperti handphone, maka mudah juga hal-hal negatif yang mengancam kekudusan remaja dengan dipertontonkan. Tidak jarang kita mendengar banyak sekali para remaja jatuh dalam praktek dan gaya hidup yang tidak benar, mengikuti trend masa kini padahal tidak bersesuaian dengan nilai-nilai etika dan moral bangsa bahkan sangat berseberangan dengan pengajaran firman Tuhan.

 

Sobat Teruna, bacaan kita hari ini menunjukkan bagaimana Paulus menjadi Rasul yang berhasil dalam pelayanannya karena mempraktekkan gaya hidup yang kudus. Saat menjadi rasul Kristus, Paulus benar-benar menyucikan dirinya dari segala bentuk pencemaran jasmani maupun rohani. Paulus rela menderita untuk mewujudkan hidup yang kudus dan takut akan Allah. Dia mengajarkan jemaat agar mereka juga mengalami kekudusan saat datang kepada Tuhan. Paulus menegaskan bahwa hidup yang kudus akan menjadikan seseorang dihargai baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia. Pola hidup yang kudus akan membentuk setiap orang menjadi rendah hati dan tunduk kepada Allah. Hal-hal ini akan menghantar setiap orang memperoleh keberhasilan dalam hidup dan masa depannya dan hal inilah yang telah dialami oleh Paulus.

 

Sobat Teruna, jangan takut menjalani hidup kudus. Manfaatkanlah kemajuan yang ada untuk hal yang positif dan untuk melayani Tuhan, karena itu jauhkan keinginan-keinginan untuk mencemari diri dengan gaya hidup yang berpusat pada dunia melainkan tetaplah membangun gaya hidup yang berpusat atau yang sama seperti Tuhan Yesus.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

  Ya Tuhan, jadikanlah aku kudus di hadapan-Mu agar aku terus menerima berkat-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon