AKU MAU BERSYUKUR DENGAN MULUTKU


Ayub 2: 9-10

9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” 10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Menerima dengan penuh sukacita keadaan yang baik dan bersyukur karenanya merupakan hal yang biasa. Respons berbeda bisa saja ditampilkan ketika yang dijumpai adalah keadaan yang buruk. Misalnya: kehilangan barang, kegagalan dalam studi, sakit, kehilangan orang yang dikasihi, kebakaran rumah, kerampokan, kecelakaan, dan lain sebagainya.


Bacaan hari ini menceritakan tentang respons Ayub dan istrinya ketika mereka menghadapi musibah beruntun dalam hidup. Ayub kehilangan semua harta bendanya, termasuk juga anak-anaknya, bahkan ia menderita akibat barah busuk dari ujung kaki sampai batu kepalanya. Istrinya menyarankan Ayub untuk mengutuki Allah-nya. Mengapa? Sebab penderitaan yang dialami sedemikian hebat. Dia menganggap bahwa kesalehan Ayub sama sekali tidak ada gunanya. Namun, Ayub menolak dan berkata kepada istrinya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Perkataan Ayub ini menunjukkan imannya kepada Allah, bahwa Allah ada dalam suka dan duka hidupnya. Oleh sebab itu Ayub tetap bersyukur dan tidak menyalahkan TUHAN. Ayub tahu bahwa di balik hal buruk sekalipun ada maksud TUHAN yang baik. Ayub menggunakan mulutnya untuk terus bersyukur kepada Allah, meskipun menghadapi keadaan yang buruk.


Sobat Teruna, sudahkah kita menggunakan mulut kita untuk bersyukur kepada TUHAN hari ini? Ataukah kita malah menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan TUHAN ketika hal buruk menimpa kita? Marilah kita belajar dari Ayub. Bersyukur atas segala keadaan yang kita alami dalam hidup. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu. Selamat bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku dengan kuasa Roh-Mu agar mampu menerima hal yang buruk dan selalu menggunakan mulutku untuk mengucapkan syukur kepada TUHAN.