HIDUP BENAR BERUJUNG BERKAT


Ayub 15: 17-25

17 Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku, dan apa yang telah kulihat, hendak kuceritakan, 18 yakni apa yang diberitakan oleh orang yang mempunyai hikmat, yang nenek moyang mereka tidak sembunyikan, 19 ketika hanya kepada mereka negeri itu diberikan, dan tidak ada seorang asing pun masuk ke tengah-tengah mereka. 20 Orang fasik menggeletar sepanjang hidupnya, demikian juga orang lalim selama tahun-tahun yang disediakan baginya. 21 Bunyi yang dahsyat sampai ke telinganya, pada masa damai ia didatangi perusak. 22 Ia tidak percaya, bahwa ia akan kembali dari kegelapan: ia sudah ditentukan untuk dimakan pedang. 23 Ia mengembara untuk mencari makan, entah ke mana. Ia tahu, bahwa hari kegelapan siap menantikan dia. 24 Ia ditakutkan oleh kesesakan dan kesempitan, yang menggagahinya laksana raja yang siap menyergap. 25 Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah dan berani menantang Yang Mahakuasa;

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Kata fasik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya tidak peduli terhadap perintah Tuhan; buruk kelakuan, jahat. Maka jika dikatakan orang fasik, itu berarti orang yang tidak peduli dengan kehendak dan perintah Tuhan. Orang fasik adalah mereka yang tidak takut melanggar perintah dan kehendak Tuhan, yang hidupnya tidak mengandalkan Tuhan. Menurut Alkitab, jalan orang fasik menuju pada kebinasaan (Mazmur 1:6b).


Hal tersebut di atas yang juga disampaikan oleh Elifas yakni orang fasik pasti akan binasa. Bagian bacaan kita hari ini menjelaskan tentang alasan mengapa orang fasik akan binasa. Ayat 25, “Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah, dan berani menantang yang Mahakuasa.” Penentang Allah adalah mereka yang fasik. Kepada mereka, Allah akan menyatakan kuasa-Nya yakni dibinasakan.


Orang fasik juga dikatakan sebagai orang yang takut menghadapi berbagai keadaan yang sulit. Mereka tidak beriman, putus asa, dan kehilangan harapan ketika kesesakan menghimpit hidup mereka. Mengapa? Jawabannya sederhana, yaitu karena mereka tidak hidup di dalam Tuhan dan tidak mengandalkan Tuhan.


Kebenaran Firman Tuhan hari ini mengajak sobat Teruna untuk menjalani kehidupan yang jauh dari kefasikan. Sobat Teruna diberitahu bahwa akhir dari kehidupan orang fasik adalah kebinasaan. Maka penting sekali menjalani hidup yang takut Tuhan, setia dan taat melakukan kehendak-Nya. Ingat bahwa hanya orang-orang yang hidupnya benarlah yang akan dipelihara dan diberkati oleh Tuhan. Jika sobat Teruna hidup takut Tuhan, dalam kesesakan atau kesulitan hidup sekalipun, sobat Teruna akan mampu keluar sebagai pemenang.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan yang Mahakuasa, tolong aku agar dapat menjalani hidup dalam kebenaran-Mu. Kiranya Tuhan mendapati aku hidup sebagai orang benar, bukan orang fasik.