BERJAGA-JAGA DAN BERKARYALAH!


Nehemia 4: 15-22

15 Ketika didengar musuh kami, bahwa rencana mereka sudah kami ketahui dan bahwa Allah telah menggagalkannya, maka dapatlah kami semua kembali ke tembok, masing-masing ke pekerjaannya. 16 Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda 17 yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. 18 Setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang pada pinggangnya, dan di sampingku berdiri peniup sangkakala. 19 Berkatalah aku kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: “Pekerjaan ini besar dan luas, dan kita terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain. 20 Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita!” 21 Demikianlah kami melakukan pekerjaan itu, sedang sebagian dari pada orang-orang memegang tombak dari merekahnya fajar sampai terbitnya bintang-bintang. 22 Pada waktu itu juga aku berikan perintah kepada rakyat: “Setiap orang dengan anak buahnya harus bermalam di Yerusalem, supaya mereka mengadakan penjagaan bagi kami pada malam hari, dan melakukan pekerjaannya pada siang hari.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Salah satu kalimat yang selalu ada di kapal-kapal, daerah pabrik, bengkel, daerah pertambangan dan lain sebagainya adalah, “utamakan selamat.” Kalimat itu bukan sekadar ajakan atau imbauan, namun semacam perintah yang sifatnya mengikat setiap orang yang ada di dalamnya. Bahkan di daerah pertambangan migas yang ada di sekitar Kalimantan Timur terdapat sistem perhitungan hari kerja tanpa kecelakaan. Jika angka tersebut telah mencapai jumlah tertentu, seluruh karyawan akan mendapatkan hadiah dari perusahaan sebagai tanda ucapan syukur. Artinya bahwa bekerja dalam keadaan berjaga-jaga dan sebaliknya merupakan suatu hal yang mutlak.


Dalam menghadapi para musuhnya saat bekerja, Nehemia menerapkan prinsip tersebut. Bahwa mereka yang turut bekerja di dalam pembangunan kota itu, sebagaimana pembacaan kita, wajib tetap selalu dalam keadaan yang siap siaga untuk berperang menghadapi musuh. Nehemia menyadari bahwa serangan dari musuh yang berniat menggagalkan pekerjaan mereka dapat saja datang dalam waktu yang tidak terduga. Mereka tetap menerapkan sistem ini, sekalipun mereka yakin bahwa Allah selalu melindungi mereka.


Sikap siap sedia dan berjaga-jaga juga wajib kita lakukan sebagai teruna yang adalah anak muda zaman now. Sekalipun kondisinya tidak sama dengan zamannya Nehemia, namun kita tetap harus berjaga-jaga, karena kita juga menghadapi musuh yang setiap saat siap menyerang kita. Musuh bersama kita adalah iblis. Ia yang kemudian dapat menyerang kita menjadi seorang yang pemalas, pemarah, pendendam, iri hati dan dengki dan lain sebagainya. Kenakanlah juga perlengkapan senjata Allah kita seperti yang tertulis dalam Efesus 6:11. Jangan sampai kita kalah atas tipu muslihat iblis, ia mau agar kita kalah dalam berkarya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tolonglah aku ya Allah dalam menghadapi si jahat yang selalu siap menjerumuskanku. Jadikanlah aku sebagai generasi pemenang di dalam peperangan ini.