HEBAT WALAU DIHAMBAT

22 Aug 2019

 

Nehemia 6: 10-19

10 Ketika aku pergi ke rumah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, sebab ia berhalangan datang, berkatalah ia: “Biarlah kita bertemu di rumah Allah, di dalam Bait Suci, dan mengunci pintu-pintunya, karena ada orang yang mau datang membunuh engkau, ya, malam ini mereka mau datang membunuh engkau.” 11 Tetapi kataku: “Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!” 12 Karena kuketahui benar, bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku, karena disuap Tobia dan Sanbalat. 13 Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku. 14 Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.15 Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. 16 Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.17 Pada masa itu pula para pemuka Yehuda mengirim banyak surat kepada Tobia, dan sebaliknya mereka menerima surat-surat dari padanya, 18 karena banyak orang di Yehuda mempunyai ikatan sumpah dengan dia, sebab ia adalah menantu Sekhanya bin Arah, sedang Yohanan, anaknya, mengambil anak Mesulam bin Berekhya sebagai isteri. 19 Juga mereka sebut-sebut segala kebaikan Tobia di mukaku dan segala perkataanku terus dibeberkan kepadanya. Pula Tobia mengirim surat-surat untuk menakut-nakutkan aku.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Seorang penulis bernama George Cantor pernah menceritakan pengalamannya terbangun dimalam karena rasa takut. Ia sering terbangun karena berbagai hal saat tidur malam dan saat akan tidur kembali. Selalu terbayang olehnya sosok makhluk meyeramkan yang sedang mengintai dari luar rumah. Untuk mengatasi hal itu, ia keluar kamar dan berbaring di pintu kamar orang tuanya. Saat itu ia berpikir bahwa posisi paling aman adalah berada dekat dengan orang tuanya.

 

Gambaran perasaan aman seperti yang dialami George kecil di atas, juga seperti yang dialami oleh Nehemia saat ia berhadapan dengan para penentangnya. Di tengah rasa takutnya sebagai manusia biasa, ia datang kepada Allah dan meminta pertolongan. Nehemia hanya meminta pertolongan kepada Allah. Di dalam rasa aman itu, Nehemia diubahkan oleh Allah untuk menjadi semakin berani melanjutkan pekerjaan besar bersama bangsanya. Ia tidak mau kalah oleh keadaan dan orang-orang yang hendak membuatnya gagal, bahkan ia menjadikan mereka sebagai pemacu juga penyemangat dalam berkarya.

 

Sobat Teruna, tentu kita pernah berada di dalam rasa takut. Saatitu, yang sangat dibutuhkan adalah pertolongan dari pihak luar yang dapat memberikan rasa aman. Pertolongan seperti itu hanya datang dari Allah sendiri. Hari ini, kita diajak untuk selalu mau datang kepada Allah terlebih saat berada dalam pergumulan apa pun. Perteguh iman seperti Nehemia, bahwa kasih dan pertolongan dari Allah kuasanya lebih besar daripada segala permasalahan yang kita hadapi. Hanya Dialah pribadi satu-satunya yang tidak hanya memberikan rasa aman kepada kita, melainkan juga keberanian yang dapat membuat kita semakin semangat dalam melakukan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah, ajarkanlah kepadaku untuk selalu bersandar dan kepada-Mu, karena hanya Engkaulah satu-satunya pengharapan hidup.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon