BERANI MENJAGA KUALITAS

25 Aug 2019

 

Daniel 1 : 1-17

1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. 8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.” 11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.” 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Jim Rohn, pengusaha dan motivator dari Amerika Serikat berkata “Kesuksesan itu tidak ajaib dan tidak misterius. Kesuksesan adalah konsekuensi alami untuk menerapkan dasar-dasar fundamental secara konsisten.” Pernyataan Jim Rohn berangkat dari pengalamannya bahwa memiliki kekonsistenan terhadap prinsip-prinsip di dalam hidup merupakan hal yang sangat penting, meskipun dengan resiko sangat besar.

 

Hari ini kita belajar dari Daniel yang memiliki kualitas hidup yang baik dengan kekonsistenan iman yang sangat kuat. Ia dan ketiga temannya adalah orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Raja Babel “Nebukadnezar” ke Babel pada waktu Yerusalem runtuh dan mereka hidup di lingkungan istana yang setiap hari sarat dengan pesta pora. Tapi Daniel berketetapan hati untuk tidak hanyut dalam pola hidup istana, salah satunya dalam hal makanan. Seperti tertulis di ayat 8"Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pimpinan pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” Bahkan ia berani menerima resiko dengan mengajak untuk mengadakan percobaan selama sepuluh hari untuk membandingkan jika Daniel dengan temannya diberikan makanan sayur dan air putih saja, dan hamba yang lain makan-makanan istana. Ternyata, setelah sepuluh hari; Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego kelihatan lebih segar dibandingkan dengan mereka yang makan santapan raja. Ini bukti bahwa Allah memelihara mereka yang setia kepada-Nya.

 

Sobat Teruna, beranikah untuk tetap mempertahankan iman di tengah lingkungan yang tidak beriman? Ya, dibutuhkan keberanian dan perjuangan. Tetapi semuanya akan mudah jika kita selalu menjaga hubungan baik dengan Allah. Karena Allah selalu menjaga umat-Nya yang setia. (ERL)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah, mampukanku untuk tetap konsisten dengan iman kepada-Mu di tengah lingkungan yang tidak mengenal-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon