JAGA HUBUNGAN BAIK DENGAN ALLAH

29 Aug 2019

 

Daniel 6 : 1-19

1 Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun. Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. Maka berkatalah orang-orang itu: “Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!” Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.” 10 Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 12 Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.13 Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.” 14 Lalu kata mereka kepada raja: “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.” 15 Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. 16 Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!” 17 Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!” 18 Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. 19 Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Sobat Teruna, semua kita pasti pernah berdoa, bukan? Berharap bahwa kita selalu ingat berdoa setiap hari. Doa adalah nafas orang percaya. Doa bisa diartikan berbicara dan bersyukur pada Tuhan. Dengan berdoa juga kita memohon pengampuan dan mengakui kesalahan. Jadi pentingkah berdoa pada Tuhan? Jika berdoa itu penting apakah kita sudah melakukannya dengan konsisten.

 

Bacaan kita hari ini mengajak kita menyimak keteladanan Daniel dalam hal berdoa. “Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (6:10). Alkitab mencatat bahwa Daniel dengan setia dan taat berlutut, berdoa dan memuji Allah tiga kali sehari dan itu dilakukannya setiap hari. Ini dilakukan Daniel karena ia sadar bahwa hanya Allah sumber kehidupannyaJadi tidaklah heran bahwa Daniel banyak mengalami pertolongan Allah dalam hidupnya “diselamatkan dari gua singa.” Allah juga menganugerahkan kecerdasan yang luar biasa padanya. Hidup yang disandarkan pada Tuhan membawa Daniel menjadi orang kepercayaan pada masa pemerintahan Raja Darius. Ia menjadi orang yang sangat berpengaruh.

 

Kita sudah mengetahui bagaimana Tuhan menolong Daniel. Kita pasti ingin juga ditolong oleh Tuhan. Maukah kita meneladani sikap taat Daniel melalui rajin berdoa. Mari, belajarlah untuk tekun dalam hal berdoa. Kita harus tahu bahwa dunia ini akan semakin jahat bahkan dapat mengancam iman kita. Karena itu tetaplah untuk selalu menjaga hubungan baik dengan Tuhan melalui ketekunan doa dan bersekutu. Sebab masa depan yang baik akan disediakan bagi kita yang setia dan taat. Tetaplah berdoa!

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Terimakasih ya Tuhan untuk pertolongan-Mu yang setia dalam hidup. Karena itu ajarku untuk juga memiliki kesetiaan kepada-Mu dengan tekun berdoa dan bersekutu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon