MENJADI SAHABAT TUHAN


Yakobus 4: 1 - 10

1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan:“Allah menentang orang yang congkak,tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Fani adalah remaja yang menurut kepada nasihat orangtua. Namun sejak pacaran secara backstreet, sikapnya mulai berubah. Ia gampang sekali marah jika ditegur orangtuanya. Ia bahkan suka pergi tanpa berpamitan, berbohong dan semakin malas melakukan saat teduh. Dia hanya peduli apa kata pacarnya, yang menurutnya sangat sayang kepadanya. Namun kemudian, pacarnya ditangkap Polisi ketika sedang bersama Fani di tempat karaoke. Pacarnya ditangkap dengan tuduhan mencuri motor dan menjual narkotika. Fani pun ikut dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa. Ia menangis dan menyesal tidak mendengar nasihat orangtuanya.


Sobat Teruna, kita adalah anak-anak Tuhan yang telah ditebus dan disucikan dengan darah Kristus. Karena itu ketika keinginan daging begitu menguasai, maka terjadi sengketa di dalam diri kita. Sebab kata Tuhan Yesus, “Roh memang penurut tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Pertentangan di dalam pribadi kita kemudian memicu perselisihan antar pribadi. Kita menjadi marah ketika ada nasihat atau pun firman Tuhan yang menghalangi keinginan daging tersebut. Bahkan memusuhi mereka yang tidak mau mengerti keinginan daging kita. Sebaliknya, orang yang mau memenuhi keinginan daging, kita anggap sebagai sahabat.


Sobat Teruna, orang yang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus tetapi masih melawan perintah-Nya, adalah orang yang congkak dan tidak tahu bersyukur. Dia memutuskan persahabatan dengan Tuhan Yesus (Yohanes 15:13,14). Akhirnya, dia terjebak dalam dosa yang merugikan hidupnya. Melalui Rasul Yakobus, kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan menuruti perintah Tuhan. Manusia memang mempunyai keinginan, namun keinginan-keinginan tersebut harus ditundukkan di bawah kehendak Tuhan. Dengan demikian kita menjadi sahabat Tuhan yang setia, seperti bapa Abraham yang diberkati-Nya (Yakobus 2:21-23).

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku untuk melepaskan apa yang tidak berharga di mata-Mu dan mencari kehendak-Mu dalam segala hal, supaya bisa menjadi sahabat yang setia, seperti Engkau.