HIDUPKU ADALAH PEMBERIAN TERBAIK

 

Bilangan 28 : 1 - 8

Tuhan berfirman kepada Musa: 2 “Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku, berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi-Ku. 3 Katakanlah kepada mereka: Inilah korban api-apian yang harus kamu persembahkan kepada Tuhan: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela setiap hari sebagai korban bakaran yang tetap; 4 domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi, domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja. 5 Juga sepersepuluh efa tepung yang terbaik untuk korban sajian, diolah dengan seperempat hin minyak tumbuk. 6 Itulah korban bakaran yang tetap yang diolah pertama kali di atas gunung Sinai menjadi bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi Tuhan. 7 Dan korban curahannya ialah seperempat hin untuk setiap domba; curahkanlah minuman yang memabukkan sebagai korban curahan bagi Tuhan di tempat kudus. 8 Dan domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian pada waktu pagi dan sama seperti korban curahannya haruslah engkau mengolahnya sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi Tuhan.”

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Pasti sobat Teruna akan senang jika orangtua atau teman memberikan sesuatu yang berharga, bukan? Kita pasti sangat menjaga pemberian tersebut dan memperlakukannya dengan baik. Kita juga sangat berterima-kasih kepada si pemberi hadiah dan akan selalu mengingat mereka.

 

Sobat Teruna, Tuhan mau agar umat-Nya tetap setia kepada-Nya dengan selalu mengingat tanggung-jawab mereka untuk mempersembahkan persembahan korban. Persembahan korban tersebut dilakukan sesuai dengan waktu dan cara yang telah ditetapkan. Tujuan persembahan korban baik pagi dan petang itu untuk menyenangkan hati Tuhan. Tiga kali kata “menyenangkan” muncul, menandakan bahwa pemberian persembahan korban dengan segala aturan dan ketetapan yang berlaku hanya untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk kepentingan umat secara pribadi maupun bersama. Pemberian korban pada Allah haruslah yang terbaik/tak bercacat serta dilakukan secara rutin dan tetap.

 

Bacaan Alkitab hari ini juga mengajarkan kita untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan. Pemberian itu dilakukan dengan penuh ketaatan, kesetiaan dan kesungguhan. Pemberian kita bertujuan untuk menyenangkan hati Tuhan. Sebab itu kita memberi bukan sisa atau dari hati yang terpaksa. Pemberian yang dilakukan dengan terpaksa dan tidak sungguh-sungguh pasti tidak akan menyenangkan hati Tuhan. Pemberian itu bisa berupa harta, tenaga, pikiran, waktu, hati, pujian syukur, dan lain-lain.

 

Rasul Paulus berkata dalam Roma 12:1, “….., supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Hidup kita adalah pemberian yang berharga bagi Tuhan. Untuk bisa memberi yang terbaik kepada Tuhan, kita perlu memiliki pemahaman bahwa sesungguhnya Tuhan sudah lebih dahulu memberi hidup-Nya kepada kita!

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan ajar aku memberikan yang terbaik kepada-Mu di dalam kehidupan masa mudaku.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon