IDENTITAS UMAT YANG SETIA

 

Bilangan 28 : 16 - 25

16 “Dalam bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, ada Paskah bagi Tuhan. 17 Pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya; tujuh hari lamanya harus dimakan roti yang tidak beragi. 18 Pada hari yang pertama ada pertemuan kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat, 19 dan haruslah kamu mempersembahkan kepada Tuhansebagai korban api-apian, sebagai korban bakaran: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan tujuh ekor domba berumur setahun; haruslah kamu ambil yang tidak bercela. 20 Sebagai korban sajiannya haruslah kamu olah tepung yang terbaik diolah dengan minyak, yakni tiga persepuluh efa untuk seekor lembu jantan dan dua persepuluh efa untuk seekor domba jantan; 21 sepersepuluh efa harus kauolah untuk setiap domba dari ketujuh ekor domba itu. 22 Selanjutnya seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa untuk mengadakan pendamaian bagimu; 23 selain dari korban bakaran pagi yang termasuk korban bakaran yang tetap haruslah kamu mengolah semuanya itu. 24 Secara demikian haruslah setiap hari selama tujuh hari kamu olah santapan berupa korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi Tuhan; di samping korban bakaran yang tetap haruslah itu diolah, serta dengan korban curahannya. 25 Dan pada hari yang ketujuh haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Sobat Teruna, setiap agama memiliki perayaan keagamaan masing-masing. Perayaan-perayaan itu mempunyai tujuan. Perayaan-perayaan dalam agama Kristen sendiri, mulai dari perayaan minggu Advent (masa Penantian) sampai dengan Minggu Pentakosta (masa Gereja berjuang), bertujuan mengingatkan kita bahwa Allah berkarya menyelamatkan seisi dunia yang jatuh dalam dosa serta memelihara, menuntun dan memberkati, bahkan menyiapkan masa depan bagi umat-Nya. Sebab itu, perayaan-perayaan tersebut harus diperingati sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.

 

Dalam kehidupan umat Israel juga ada beragam perayaan keagamaan. Dalam bacaan Alkitab hari ini disebutkan perayaan Paskah dan Roti Tidak Beragi. Dua perayaan itu dilaksanakan secara berurutan untuk mengingat karya Tuhan Allah dalam membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir; dan sebagai perayaan syukur atas hasil panen dan ternak.

 

Semua bentuk perayaan dan persembahan korban dengan segala tata tertib-nya itu dilaksanakan untuk menyenangkan hati Tuhan. Hal itu juga menunjukkan identitas bangsa Israel sebagai umat pilihan. Umat yang memiliki cara hidup yang berbeda dengan bangsa-bangsa di sekitarnya.

 

Sobat Teruna, melalui firman Tuhan hari ini kita diajak untuk:

1. mengenal berbagai perayaan keagamaan, termasuk perayaan umat kristiani yang memberi arti dalam hidup kita;

2. mensyukuri karya besar Allah atas dunia ini yang telah memberikan Tuhan Yesus sebagai korban pendamaian sempurna antara manusia dengan Allah melalui peristiwa salib, yang berbeda dengan korban-korban yang dipersembahkan umat Israel zaman dahulu.

3. menunjukkan identitas diri sebagai teruna yang percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus melalui ketaatan, kesetiaan dan ketekunan beribadah dalam setiap IHMPT dan ibadah-ibadah ritual lainnya. Ketekunan beribadah itu menunjukkan identitasmu sebagai anak Tuhan Yesus yang setia.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus tolonglah aku menjadi teruna-Mu yang setia beribadah kepada-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon