SAMPAIKAN PENGAKUAN DI HADAPAN TUHAN


Daniel 9 : 1 - 10

1 Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, 2 pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman Tuhan kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. 3 Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. 4 Maka aku memohon kepada Tuhan, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! 5 Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, 6 dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. 7 Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. 8 Ya Tuhan, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. 9 Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, 10 dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna, pernahkah melakukan kesalahan kepada teman dengan kata-kata maupun tindakan? Apa yang dilakukan setelah itu? Merasa puas sambil tertawa atau menyesalinya, lalu datang kepadanya untuk meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulanginya?


Bacaan Alkitab hari ini menceritakan tentang sikap Daniel ketika dia menyaksikan penderitaan hidup umat Tuhan karena seringkali melanggar hukum Tuhan dan berpaling dari Tuhan. Allah harus menghukum bangsa ini dengan membuang mereka ke Babel. Pembuangan ini membuat hidup mereka berada dalam penderitaan.


Daniel menaikkan permohonan dan pengakuan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan dengan berpuasa dan menggunakan kain kabung serta abu (tanda penyesalan, kesungguhan dan kejujuran). Ia mengungkapkan setiap dosa yang telah dilakukan umat Tuhan ini. Mereka juga diajak untuk mengintrospeksi diri sebagai umat yang telah dipilih secara khusus dan dikasihi Tuhan, tetapi tidak hidup sesuai kehendak-Nya. Mereka semua tidak memiliki rasa malu dengan tetap melakukan dosa dan berpaling dari Tuhan Allah (ay.7-8). Karena itu selayaknya Tuhan murka dan menghukum mereka. Namun Daniel juga mengakui dan meyakini bahwa di dalam Tuhan ada kasih yang besar dan ajaib yang mau mengampuni tindakan dan hidup umat yang telah sengaja berbuat dosa (ay. 9-10).


Sobat Teruna, kadang kita pun hidup dan bertindak seperti umat Allah yang suka memberontak itu. Sampaikanlah permohonan dan pengakuan kita secara jujur dan tulus dalam kesungguhan, ketika -secara sadar atau tidak – telah menyakiti hati Tuhan lewat perilaku hidup yang menyimpang dari jalan-Nya. Allah kita adalah Allah yang kasih-Nya besar dan ajaib. Dia mengampuni kesalahan kita. Tindakan pengampunan itu menunjukkan bahwa Dia-lah Allah yang berkuasa atas segalanya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Bapa karena kasih sayang-Mu yang besar itu aku bersyukur dan bisa menjalani hari-hariku dengan baik. Tolonglah aku supaya senantiasa hidup berkenan di hadapan-Mu.