PAKAI OTAK, JANGAN HANYA OTOT


Amsal 24 : 3 - 7

3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, 4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. 5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat. 6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. 7 Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna. dalam banyak kesempatan, orang sering kali salah dalam melangkah. Kecenderungan yang sering kali terjadi, ketika seseorang dalam keadaan terdesak, lalu tidak berpikir panjang untuk menentukan langkah selanjutnya. Bahkan seringkali seseorang lebih mengandalkan kekuatan fisiknya dan mengabaikan kemampuan berpikirnya. Akibatnya justru bukannya menemukan langkah yang tepat, melainkan salah langkah.


Sobat Teruna, pada bagian ini, penulis Amsal mengatakan bahwa memiliki otak (hikmat dan pengertian) lebih berharga daripada otot (kekuatan fisik). Secara sederhana perkataan Amsal ini dapat dipahami, bahwa sekuat apapun seseorang mengerjakan sesuatu, jika tidak dipikirkan dan dipertimbangkan dengan matang, tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik juga. Selanjutnya dikatakan dalam Amsal ini bahwa dengan hikmat, rumah dapat didirikan dan diisi dengan berbagai hal yang berharga dan indah (ay.3-4). Bahkan ditegaskan lagi dengan perkataan bahwa orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, dan orang yang berpengetahuan daripada orang yang tegap kuat (ay.5). Bagian ini semakin memberikan penekanan pada pentingnya hikmat dan pengertian bagi setiap orang.


Seiring dengan hal itu, maka sebagai teruna, kita diajak untuk lebih mengutamakan otak (hikmat) daripada otot, sehingga dapat mengerjakan segala sesuatu selaras dengan hikmat dan pengetahuan yang Tuhan karuniakan. Sebab sesungguhnya Allah menghendaki kita memulai segala sesuatu dengan pikiran yang dikendalikan hikmat Allah (bdk. Lukas 6:48-49). Dengan demikian kita tidak menggigit lebih daripada yang dapat dikunyah; juga tidak memulai sesuatu yang tidak mampu kita selesaikan. Jadi, mari kita pakai otak, tidak hanya pakai otot. Setuju kan?

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, mohon karuniakanlah kepadaku hikmat-Mu dalam berkata dan bertindak, sehingga dalam menjalani hidup ini, aku tidak salah melangkah.