BERKENAN KEPADA TUHAN


Markus 10 : 35 - 40

35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya, "Guru, kami harap Engkau melakukan apa pun yang kami minta dari Engkau!" 36 Jawab-Nya kepada mereka, "Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?" 37 Lalu kata mereka, "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum atau dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" 39 Jawab mereka, "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka, "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya hal itu telah disediakan."

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna, menjadi anak Tuhan yang baik merupakan keinginan semua orang. Sesuatu yang baik bagi kita belumlah tentu baik bagi Tuhan.Sebaliknya, apa yang baik bagi Tuhan pastilah yang terbaik untuk kita.


Ketika mengajak pergi ke Yerusalem, Yesus baru saja menyampaikan kepada para murid bahwa Dia akan mengalami penderitaan di sana (ayat 32-34). Bukannya turut merasakan penderitaan guru-Nya, Yakobus dan Yohanes justru memikirkan kepentingan mereka sendiri. Mereka ingin memperoleh kedudukan terhormat yaitu duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus dalam kemuliaan-Nya (ay. 35-37). ResponsY esus sangat keras bahwa mereka tidak tahu apa yang diminta. Meskipun mereka ikut menderita bersama Yesus, bukan berarti dapat mengatur Tuhan untuk hal kedudukan di surga. Hal itu sepenuhnya menjadi wewenang Allah Bapa (ay. 38-40). Mendengar hal itu, para murid lainnya marah bukan karena menyadari Yakobus dan Yohanes salah meminta. Sejujurnya, dalam hati setiap mereka ada keinginan yang sama, yaitu menjadi yang berkuasa di antara rekan- rekannya. Itu sebabnya Yesus mengingatkan bahwa mereka tidak sama dengan orang-orang di luar.


Sobat Teruna, apakah kita melayani Tuhan dengan harapan mendapatkan pujian, kehormatan dan disanjung? Jika ya, maka kita salah dalam motivasi dan mungkin akan kecewa, karena tidak mendapatkan apa yang diharapkan tadi. Melayani Tuhan sebagai ungkapan syukur atas apa yang sudah kita terima dari-Nya merupakan motivasi yang benar. Jikalau dalam pelayanan kita mengharapkan pujian, maka sebenarnya itu bukanlah pelayanan bagi Tuhan, tetapi untuk manusia, termasuk diri sendiri. Sebagaimana Tuhan Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan melayani, marilah kita juga melayani Tuhan dengan tulus dan penuh syukur bagi kemuliaan-Nya..

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong mampukan aku untuk terus belajar hidup berkenan kepada-Mu.