TUHAN MENYERTAI


Hagai 1 : 1 - 11

1 Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan. 2 Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam: 3 Pada tahun pertama zaman raja Koresh dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh: Mengenai rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu haruslah dibangun kembali sebagai tempat orang mempersembahkan korban sembelihan dan korban api-apian; haruslah tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam puluh hasta. 4 Dan haruslah dipasang tiga lapis batu besar-besar dan satu lapis kayu. Biayanya harus dibayar dari perbendaharaan kerajaan. 5 Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam bait suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah." 6 "Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. 7 Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. 8 Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu. 9 Dan apa yang diperlukan, yakni lembu jantan muda, domba jantan, anak domba untuk korban bakaran bagi Allah semesta langit, juga gandum, garam, anggur dan minyak, menurut petunjuk para imam yang di Yerusalem, semuanya itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari tanpa kelalaian, 10 supaya mereka selalu mempersembahkan korban yang menyenangkan kepada Allah semesta langit dan mendoakan raja serta anak-anaknya. 11Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu. 12 Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama."

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, Bait Allah adalah rumah yang sangat penting bagi umat Yehuda. Di rumah itu mereka dapat beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika Bait Allah telah rusak, umat rindu untuk membangunnya kembali. Sayangnya, pembangunan itu mengalami hambatan. Bupati Tatnai, yang berkuasa di wilayah Yerusalem meragukan apakah Yehuda diizinkan untuk melaksanakan pembangunan itu. Untuk memastikannya, Tatnai mengirim surat kepada raja Darius.


Hasilnya, raja Darius menemukan ketetapan Raja Koresy yang membebaskan orang Yahudi membangun Bait Allah. Raja juga memberikan bantuan dana serta memerintahkan Tatnai untuk menolong pembangunan itu. Bukan itu saja, ia juga mengancam siapa pun yang berani mengubah perintahnya (ayat 12). Raja Darius adalah salah satu orang yang dipakai Tuhan untuk menolong umat-Nya. Walaupun tadinya ia adalah musuh orang Yehuda, namun Tuhan memakainya untuk menolong Yehuda. Darius membuat keputusan agar pembangunan Bait Allah dilanjutkan. Ia menjadi bukti bahwa kuasa Tuhan sungguh nyata. Tuhan tidak tinggal diam melihat pekerjaan anak-anak-Nya terhambat.


Sobat Teruna, sama seperti orang Yehuda, ketika Tuhan menyertai bukan berarti kita bebas dari masalah. Sebagai remaja, kita mungkin diijinkan Tuhan berhadapan dengan situasi yang buruk, yang tidak disukai. Misalnya, hubungan persahabatan kita dengan orang lain menjadi renggang karena kesalahpahaman. Inginnya baikan, tetapi sahabat kita enggan menyapa. Sikapnya mengganggu hati dan pikiran kita. Selain itu, masih ada lagi masalah yang sering kita temukan di rumah, di sekolah dan di tempat bermain. Apa pun masalah yang sedang Sobat Teruna alami, yakinlah bahwa kita dapat menghadapi dan menyelesaikannya dalam penyertaan Tuhan. Penyertaan-Nya menolong kita untuk bertindak bijaksana dalam menyelesaikan sebuah masalah. Yakinlah!

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan Yesus, mohon sertailah aku sepanjang hari ini untuk bisa hidup seturut kasih-Mu. Apa pun kesulitan yang kuhadapi, tolong bantulah aku untuk bertahan menyelesaikan tugasku.