top of page

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI


 

2 Petrus 1 : 1 - 10

1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. 3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Suatu hari, ada seorang anak kecil yang sepulang sekolah lari menghampiri Ibunya di rumah sambil menangis. Kemudian anak itu berkata kepada ibunya dengan wajah yang sedih, “Ma, Tuhan itu tidak adil padaku!” Dengan penuh tatapan bijak ibunya menjawab “Memangnya apa yang terjadi padamu nak?” Si anak dengan cepat menjawab “Aku sudah belajar mati-matian dan berusaha jujur tanpa mencontek saat ujian, namun kenapa nilaiku tetap jelek sedangkan temanku yang jelas-jelas tidak belajar dan berbuat curang justru mendapatkan nilai yang baik. Ini tidak adil Ma.” Anak polos itu menangis sambil memeluk kencang ibunya. Dengan bijak ibunya berbisik lembut “Tuhan tetap adil kok nak, jangan sedih dengan kekalahanmu. Karena mungkin dalam nilai pelajaran kamu kalah namun dalam nilai kehidupan kamu sudah menang dan mendapatkan nilai yang paling sempurna untuk kejujuranmu!”


Ada berapa dari kita yang pernah merasa seperti anak kecil tersebut? Kita sudah berusaha yang terbaik namun hasilnya tidak memuaskan. Justru teman kita yang berbuat curang malah mendapatkan nasib yang jauh lebih baik. Kondisi ini juga terjadi pada jemaat Tuhan yang dibimbing oleh Petrus. Saat itu begitu banyak nabi dan guru palsu yang mengajarkan hal-hal sesat namun dibungkus dengan menarik secara duniawi sehingga banyak jemaat yang mengikutinya.


Kecurangan memang terlihat menarik karena bisa mendatangkan hasil yang baik dengan instan. Namun ingatlah bahwa Allah itu maha adil. Orang benar diselamatkan dan orang jahat dihukum-Nya. Kita tidak bisa menoleransi perbuatan yang salah meskipun banyak orang yang melakukannya. Ingatlah, apa yang kita lakukan sekecil apa pun itu harus kita pertanggung jawabkan secara pribadi di hadapan Tuhan.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan disaat aku berbuat jujur dan benar, aku tahu Engkau membela perkaraku dan memelihara hidupku.

 

bottom of page