top of page

HIDUP DALAM KEBENARAN


 

2 Yohanes 1 : 4 - 8

4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. 7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. 8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa (2 Yoh 1:4). Ini bukanlah sekedar kalimat biasa yang disampaikan Yohanes kepada jemaat. Biasanya orangtua akan sangat bahagia apabila memiliki anak yang sukses, kaya, dan memiliki kehidupan yang baik. Nilai yang dipakai cenderung bersifat materi atau status yang dimiliki. Namun pernyataan Yohanes berkebalikan dari semua itu. Hakikat kebahagiaan yang sejati tidak lagi diukur dari seberapa kaya, tinggi jabatan atau seberapa terhormatnya status kita, namun diukur dari seberapa besarnya kita hidup dalam kebenaran sesuai perintah Tuhan.


Cara pandang kita harus mulai diubah. Saatnya kita melihat dari kacamata iman. Tuhan Yesus pernah berkata tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33). Jadi poinnya sudah sangat jelas bahwa Tuhan Allah harus ditempatkan di posisi tertinggi di kehidupan kita.


Sobat Teruna, kita tidak perlu kuatir dengan masa depan kita. Andalkan Tuhan disetiap langkah kita. Libatkan Tuhan saat kita harus membuat keputusan penting dalam hidup kita contoh seperti memilih sekolah, jurusan, bahkan cita-cita. Sekalipun saat ini mungkin kita berada di kondisi keluarga yang terhimpit kondisi ekonomi yang sulit. Di saat banyak orang bilang kita tidak memiliki masa depan yang baik. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Tetap andalkan Tuhan karena apa yang mustahil bagi manusia itu sangat mungkin bagi Tuhan. Tugas kita adalah memberikan yang terbaik yang kita bisa lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan senantiasa hidup dalam kebenaran.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, menyenangkan-Mu itulah keinginan hatiku. Pimpin hidupku agar selalu dalam kebenaran firman-Mu.

 

bottom of page