HATI-HATI GUNAKAN MATAMU


2 Samuel 11 : 1 - 4

1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. 2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. 3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu." 4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Pernahkah sobat Teruna menginginkan sesuatu yang orang lain miliki? Mungkin keinginan untuk memiliki itu ada saat kita melihat barang milik orang lain yang bagus atau menarik. Repotnya, saat kita melihatnya, keinginan untuk memilikinya juga amat besar. Saat tak bisa menahan keinginan untuk memilikinya, kita tergoda untuk mencuri atau merampasnya. Apakah ini perbuatan yang baik menurut sobat Teruna?


Kejadian serupa pernah terjadi pada diri Daud. Dalam suatu kesempatan, Daud melihat Batsyeba dan dia terpesona dengan kecantikannya. Daud ingin menjadikan Batsyeba sebagai istrinya. Namun demikian, keinginannya itu tersandung oleh status Batsyeba yang telah bersuami. Batsyeba adalah istri dari Uria, yaitu salah seorang dari prajurit Daud. Ternyata halangan ini tidak dihiraukan oleh Daud. “Saya kan raja Israel! Saya bebas melakukan apa saja!"Itu barangkali yang dipikirkan Daud, sehingga dia pun nekad meneruskan keinginannya untuk memiliki Batsyeba. Tindakan Daud ini jelas tidak menyenangkan hati Tuhan. Bagi Tuhan, menginginkan sesuatu yang bukan miliknya adalah dosa. Karena tidak berhati-hati menggunakan mata, Daud akhirnya terjatuh dalam dosa.


Sobat Teruna, Tuhan memang memberikan mata untuk melihat. Melalui mata, kita bisa melihat keindahan ciptaan Tuhan. Melalui mata, kita bisa melihat orangtua dan saudara atau teman. Sayangnya, melalui mata juga, kita bisa sampai pada jerat dosa. Hal itu terjadi ketika kita memaksakan untuk memiliki apa yang dilihat dengan menggunakan cara yang salah supaya memperolehnya. Kisah Daud mengingatkan kita untuk berhati-hati menggunakan mata agar tidak jatuh dalam tindakan yang tidak berkenan di hati Tuhan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong bantulah aku untuk menggunakan mata ini dengan hati-hati agar tidak jatuh dalam keinginan yang salah.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon