RINDU?


Roma 1: 8 - 15

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Rindu adalah bentuk perasaan umum yang dirasakan oleh setiap manusia, entah itu ditujukan kepada sesama manusia atau pun kenangan tertentu.


Paulus mengungkapkan kerinduannya dalam bacaan hari ini. Kerinduan akan keadaan bertemu dengan persekutuan jemaat Roma. Jemaat Roma bukanlah jemaat yang dibangun dari pemberitaan Injil oleh Paulus. Hal tersebut menegaskan bahwa kerinduan Paulus bukanlah pada manusia maupun keadaan tertentu, yang membawa pada kenangan masa lalu, melainkan rindu akan persekutuan pengikut Kristus. Paulus meyakini bahwa kerinduannya akan persekutuan umat merupakan bagian yang penting dalam hal menjadi pengikut Kristus, khususnya untuk saling menghibur dan mengabarkan Injil. Saling menghibur karena keadaan lingkungan yang saat itu memburu orang Kristen dan mengabarkan Injil adalah kewajiban semua murid Yesus (bdk. Mat 28:18-20).


Sobat Teruna, melihat kerinduan Paulus kepada jemaat di Korintus, rasanya agakterbalik dengan keadaan saat ini. Khususnya di Persekutuan Teruna, seringkali persekutuan ini tidak dirindukan untuk bersekutu bersama, menyembah Tuhan dan saling menghibur, menguatkan, mendukung satu dengan yang lain, tetapi persekutuan ini jadi alat untuk pamer gadget, style dan bahkan sampai pada pem-bully-an. Akhirnya ada Teruna yang mindertidak mepunyai teman dan memilih untuk tidak beribadah. Bacaan hari ini mengajak kita untuk mengoreksi persekutuan kita, apakah sudah menjadi hal yang dirindukan oleh seluruh teruna untuk memuji Allah.


Sobat, persekutuan yang dibangun untuk mendukung satu sama lain adalah persekutuan yang dirindukan. Dalam saling mendukung, disitulah kita mengabarkan Injil Kristus yang menjadi dasar penopang persekutuan. Pertanyaannya adalah rindukah kita untuk bersekutu? Allah senang dengan kerinduan kita dan terus menunggu kita untuk rindu bersekutu dengan teman-teman teruna lainnya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuntun aku untuk terus rindu pada persekutuan yang membangun bersama dengan teruna-teruna serta mengabarkan Injil.