SIBUK SENDIRI

22 Nov 2019

 

Roma 2: 1 - 4

Karena itu, hai manusia, siapa pun engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak mempunyai dasar untuk membela diri. Sebab, dengan menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2 Tetapi kita tahu bahwa hukuman Allah berlangsung secara adil atas mereka yang berbuat demikian. 3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, apakah engkau sangka bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? 4 Apakah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidak tahukah engkau bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Ada peribahasa yang digunakan Yesus senada dengan peribahasa di Indonesia yaitu “… engkau melihat selumbar di mata saudaramu sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui” (Matius 7:3). Arti peribahasa itu kita menemukan sekecil apa pun kesalahan orang lain, tetapi kesalahan kita sendiri sering tidak kita sadari.

 

Sobat Teruna, bacaan kita hari ini merupakan kelanjutan dari bacaan hari kemarin. Paulus mengingatkan tentang kelakukan orang fasik. Tidak berhenti pada melihat dan mengingatkan jemaat Roma, Paulus ingin mengingatkan jemaat yang menghakimi orang fasik tetapi melakukan hal yang sama dengan orang fasik, khususnya orang Yahudi yang menghakimi orang non Yahudi. Paulus ingin jemaat mengerti bahwa Allah akan menghakimi dengan adil semua manusia. Tidak ada yang dapat lolos dari penghakiman Allah. Paulus ingin jemaat tidak menghakimi namun lebih mengoreksi diri dan memperbaiki diri. Pada ayat 4 disinggung Paulus tentang jangan mengganggap enteng kesabaran Allah karena Allah ingin manusia bertobat dari dosa-dosa manusia, dibalik itu ada masa penghakiman yang akan dilakukan seadil-adilnya.

 

Sobat Teruna, sebelum kita mengeluarkan secuil kayu di mata saudara kita, kita harus lebih dahulu mengeluarkan balok di mata kita. Mari mengoreksi kesalahan-kesalahan kita baru melihat kesalahan orang lain dan menasehati. Paulus mengingatkan kita untuk lebih baik mengoreksi diri kita, jangan sibuk dengan kesalahan orang lain karena ada Allah yang akan mengadili. Mari sibuk memperbaiki diri sendiri. Lakukan pertobatan dan fokus untuk hidup menyenangkan hati Tuhan, bukan sibuk menghakimi teman, keluarga, sahabat, dan lainnya dengan dosa-dosa mereka.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ajar aku Tuhan untuk tidak menghakimi orang lain tetapi terus memperbaiki diriku sesuai dengan kehendak-Mu

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon