top of page

MENDENGARKAN, ITULAH CARANYA!!


 

Yosua 2: 1 - 7

1 Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ. 2 Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: "Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini." 3 Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan: "Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri ini." 4 Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: "Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka, 5 dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka." 6 Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu. 7 Maka pergilah orang-orang itu, mengejar mereka ke arah sungai Yordan, ke tempat-tempat penyeberangan, dan ditutuplah pintu gerbang, segera sesudah pengejar-pengejar itu keluar.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Dalam sebuah kegiatan outbound, pembina hampir kehabisan suara menyerukan peraturan permainan. Namun, suasana tidak menjadi tenang karena para peserta terus bercerita satu sama lain. Pembina lalu meneriakkan “perhatikan dan fokus” tetapi sia-sia belaka. Suaranya kalah keras dengan suara para peserta yang cuekmendengarkan arahannya. Akhirnya sudah pasti, sebagian besar peserta salah melaksanakan perintah!


Sobat Teruna, mari menenangkan diri. Bacalah baik-baik bacaan hari ini. Kisah yang sangat sederhana, namun menjadi langkah pembuka masuknya bangsa Israel ke Tanah Kanaan. Dua orang utusan dikirim untuk mengintai. Mereka berhasil melakukan tugas pengintaian bukan karena ketangkasan dan keberanian mereka saja. Tetapi yang terpenting adalah mendengarkan arahan! Mereka memiliki keterampilan yang terbaik sebagai pengintai dan memikul tugas penting bagi orang Israel. Tetapi mereka rendah hati mau mendengarkan anjuran dan arahan dari seorang perempuan biasa, bernama Rahab (ayat 6). Akibatnya positif, mereka selamat dan berhasil pulang ke bangsa Israel membawa berita tentang Kanaan.


Bagaimanakah caranya agar berhasil melaksanakan tugas dan tanggungjawab? Bagaimana jika kita diberi tugas sebagai ketua kelas, ketua OSIS atau tanggungjawab lainnya di rumah, di RT, RW atau juga di gereja? Cara terbaik untuk mengerjakannya adalah perbaiki dan kembangkan kebiasaan “mendengarkan.” Sebelum bekerja dengarlah arahan tugas dengan baik dan dengarlah juga pendapat rekan sekerja lainnya. Dijamin tugas tanggungjawab akan sukses dilaksanakan, seperti pengalaman para pengintai dari Israel. Demikianlah ajaran firman Tuhan hari ini. So, belajarlah untuk mulai mendengarkan orang lain berbicara.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa yang ada di Sorga, aku bersyukur atas kemampuan mendengar yang telah Tuhan anugerahkan. Beri aku hikmat agar aku mampu menggunakan pendengaran untuk mendengarkan nasihat dan didikan orangtuaku.

 

bottom of page