SUDAHKAH YANG TERBAIK KUBERIKAN KEPADA TUHAN?


Maleakhi 3: 1 - 5

1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. 2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. 4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. 5 Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Setiap tamu yang akan datang ke tempat tinggal kita tentu punya maksud dan tujuan. Apa pun maksud dan tujuannya, kita akan menerima dan menyambutnya dengan penuh sukacita. Kita akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sehingga tamu yang datang juga bersukacita. Bayangkan, jika yang akan datang adalah Tuhan, maka apa yang akan kita persiapkan?


Firman Tuhan dalam Kitab Maleakhi menyampaikan kabar kepada umat Israel bahwa Dia akan datang. Tuhan akan mengirim seorang utusan untuk mempersiapkan kedatangan-Nya (3:1). Kedatangan-Nya untuk mengingatkan umat-Nya dan memberi hukuman bagi yang tidak berubah (tidak bertobat). Ia sendiri yang akan datang menjumpai umat-Nya di dalam Bait-Nya (3:1). Ia datang untuk menjumpai manusia yang dikasihi-Nya. Ia datang untuk memurnikan dan mentahirkan (menyucikan) umat-Nya, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan (3:3). Dengan kedatangan-Nya ini diharapkan umat dapat berubah sehingga mereka mempersembahkan korban yang menyenangkan hati Tuhan seperti pada masa-masa yang dahulu (3:4). Tuhan akan menghukum orang-orang yang tidak bertobat atau masih tetap berbuat dosa (3:5). Meskipun Tuhan tidak menyukai umat-Nya yang tidak patuh dan hormat kepada-Nya, Ia tetap memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk berubah atau bertobat. Artinya masih ada harapan, supaya setiap umat-Nya tidak binasa dan memperoleh keselamatan dari Tuhan.


Lalu bagaimanakah dengan kita? Apakah ibadah kita sudah baik dan benar di mata Tuhan? Apakah kita sudah memberikan yang terbaik buat Tuhan? Marilah kita mengoreksi diri. Tuhan sangat mengasihi kita. Sudah selayaknya kita juga mengasihi Tuhan melalui ibadah yang baik dan benar. Dengan demikian, hidup kita berkenan dan menyukakan hati Tuhan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, lihatlah hatiku yang siap menyambut kedatangan-Mu dan mau mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu.