TERUNA MENYADARI KELEMAHAN


Zefanya 8 : 10 - 15

10 Inilah yang menjadi bagian mereka sebagai ganti kecongkakan mereka, sebab mereka telah mencela dan membesarkan diri terhadap umat TUHAN semesta alam. 11 TUHAN akan mendahsyatkan mereka, sebab Ia akan melenyapkan para allah di bumi, dan kepada-Nya akan sujud menyembah setiap bangsa daerah pesisir, masing-masing dari tempatnya. 12 Kamupun, hai orang Etiopia, akan mati tertikam oleh pedang-Ku. 13 Ia akan mengacungkan tangan-Nya terhadap Utara, akan membinasakan Asyur, dan akan membuat Niniwe menjadi tempat yang sunyi sepi, kering seperti padang gurun. 14 Dan di tengah-tengahnya akan berbaring kawanan binatang, yakni segala macam binatang hutan; baik burung undan maupun burung bangau akan bermalam di hulu tiangnya; burung ponggok akan berbunyi di tingkap, burung gagak di ambang pintu: Pemapan dari kayu aras telah tersingkap! 15 Itulah kota yang beria-ria yang penduduknya begitu tenteram dan yang berkata dalam hatinya: "Hanya ada aku dan tidak ada yang lain!" Betapa dia sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar. Setiap orang yang lewat dari padanya akan bersuit dan mengayun-ayunkan tangannya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, di era digital, kemajuan teknologi menjadi tantangan bagi teruna. Digitalisasi dan kemajuannya memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, memudahkan teruna memperoleh informasi cepat dan tepat, komunikasi jarak jauh dipermudah. Tetapi pengaruh negatifnya, teruna kehilanganbanyakwaktu untuk membaca buku, bahkan buku Alkitab diganti dengan Alkitab digital. Komunikasi dengan keluarga kurang asyik ketimbang komunikasi melalui media sosial. Berjam-jam asyik dengan Mobile Legend (ML) atau game online. Mall lebih asyik ketimbang kumpul bersama orang tua dan sanak saudara di rumah. Tanpa disadari, teknologi menjadi berhala modern yang membuat anak-anak muda lebih suka ke mall pada hari Minggu ketimbang hadir di IHMPT.


Sobat Teruna, rakyat pada masa Zefanya hidup bertolak belakang dengan perintah Tuhan. Penyembahan berhala mewarnai kehidupan dan ibadahnya. Zefanya menyerukan tentang penghukuman Tuhan (bd. 1:4-5). Namun penghukuman Tuhan ini bertujuan agar rakyat diberikan pencerahan dan perubahan hidup gunaberibadah kepada Tuhan.


Melalui Zefanya, Sobat Teruna diingatkan untuk tidak memberhalakan sesuatu yang sebenarnya buatan manusia, ketimbang berbicara dan menyembah Tuhan Sang Pencipta langit, bumi dan segala isinya. Peringatan Tuhan agar teruna memahami apa yang dibanggakan manusia hanya sementara. Teknologi mempermudah kita mengerjakan sesuatu, tetapi haruslahseiring dengan tekun belajar mendalami firman Tuhan dan mendengar suara-Nya.


Sobat Teruna, ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan jangan melemah. Zefanya bersaksi, rakyatEtiopia, Asyur dan Niniwe selalu berpikir, "Hanya ada aku dan tidak ada yang lain!” tetapi“...kini sudah menjadi tempat yang tandus, tempat pembaringan bagi binatang-binatang liar.” (15). Tetapi menyembah Tuhan itu kokoh dan kekal, seperti bangsa-bangsa sujud menyembah dari tempatnya masing-masing (11).

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, aku mohon pengampunan-Mu, karena lebih mengandalkan kemampuan dan kepandaian sendiri, serta lebih mendewakan kekuatan dunia ketimbang kekuatan-Mu.