MEMOHON BELAS KASIH TUHAN

11 Dec 2019

 

Mazmur 40 : 12 - 18

12 Engkau, Tuhan, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! 13 Sebab malapetaka mengepung akus ampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.14 Berkenanlah kiranya Engkau, ya Tuhan, untuk melepaskan aku; Tuhan, segeralah menolong aku! 15 Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka semua yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang mengingini kecelakaanku! 16 Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku: ”Syukur, syukur!”17 Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: ”Tuhan itu besar!” 18 Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku,ya Allahku, janganlah berlambat!

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna, apa rasanya di-bully?Merasa dikucilkan, terhina, hidupnya tidak berarti, tertekan dan putus asa. Ini adalah berita korban-korban bullying; “Tragis! Bocah 9 Tahun Bunuh Diri karena Dibully.” (detikhealth), “Siswi di Riau Bunuh Diri karena Di-bully, KPAI Minta Diusut Tuntas.” (detiknews), “Enggak Tahan Dipanggil Gendut, Remaja ini Bunuh Diri di Sekolah.”(cewekbanget.id), “Kerap Dibully, Gadis ini Bunuh Diri dan Tinggalkan Pesan yang Mengiris Hati…”(fimela.com), “Saya Lelah. Saya Ingin Mati,” Catatan Bunuh Diri Remaja yang Dibully oleh Gurunya.”(rakyatku.com NEWS).

 

Sobat Teruna, Daud pun pernah merasakan di-bully, “Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku: "Syukur, syukur!" (ay. 16). Bahkan pembully-nya ingin mencelakai dan mengingini Daud kena musibah (ay. 15). Ia merasakan tekanan yang hebat melebihi jumlah rambut di kepalanyahingga berkeluh: malapetaka begitu dahsyat, dikejar kesalahan, tidak sanggup melihat, ia pun menyerah (ay. 13). Bagaimana Daud mengatasi tekanan bullying? Ia memohon Tuhan menganugerahkan rahmat, kasih dan kebenaran Tuhan mengawal hidupnya. Tuhan melepaskan dan menolongnya (ay.12,14). Ia berdoa memohon kegembiraan, sukacita karena Tuhan sumber gembira dan sukacita. Daud mengajak siapa pun yang di-bully untuk tetap mencintai keselamatan yang dari Tuhan dan tetap berkata: "TUHAN itu besar!" (ay. 17).

 

Sobat Teruna, Daud ketika di-bully merasakan kesengsaraan, tetapi dia tetap meyakini Tuhan memperhatikannya. Bahkan ia mengimani, Tuhan menolong dan meluputkannya (ay. 18) Tidak ada alasan apa pun ketika kita di-bully kemudian membalasnya. Di-bully, berarti belajar untuk beriman, belajar setia, berdoa dan memohon kepada Tuhan agar berkarunia melalui hidupmu.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Berikan aku kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi hinaan dan celaan seperti Tuhan Yesus menghadapi hinaan dan celaan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon