KESOMBONGAN YANG MENGHANCURKAN

 

Yesaya 12 : 1 - 3

1 Ucapan ilahi terhadap Babel yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos. 2 Naikkanlah panji-panji di atas gunung yang gundul, berserulah terhadap mereka dengan suara nyaring; lambaikanlah tangan supaya mereka masuk ke pintu-pintu gerbang para bangsawan! 3 Aku ini telah memerintahkan orang-orang yang Kukuduskan, telah memanggil orang-orang perkasa-Ku untuk melaksanakan hukuman murka-Ku, orang-orang-Ku yang beria-ria dan bangga.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

 

Sobat Teruna mungkin pernah mendengar kisah nyata tentang karamnya Kapal Titanic yang diangkat ke layar kaca. Karamnya Kapal Titanic merupakansebuah contoh klasik tentang kepercayaan diri yang berlebihan. Konon kapten Kapal Titanic itu pernah berkata: “Jangankan tujuh samudera, bahkan Tuhan pun tidak dapat menenggelamkan kapal ini.” Namun kemudian, kapal terbesar di era awal abad ke-20 yang sedang mengangkut 3000 penumpang dari Inggris menuju Amerika Serikat itu pada akhirnya menabrak gunung es dan tenggelam.

 

 

Sobat Teruna, kesombongan karena mengandalkan kekuatan manusia juga telah membawa Israel pada kejatuhan. Sikap mereka yang lebih suka mengandalkan kekuatan militer bangsa lain yang kuat daripada mengandalkan Tuhan Allah mengakibatkan kekalahan dalam berperang dan masuk ke tempat tawanan di Babel. Nubuat kehancuran juga tertuju kepada bangsa-bangsa besar seperti Babel dan Asyur sebagai negara adidaya saat itu(ay.11). Mereka juga jatuh dalam kesombongan karena menganggap diri sebagai bangsa yang tak terkalahkan oleh siapapun. Mereka memandang sebelah mata kepada bangsa Israel yang sudah menjadi tawanan Babel. Itu berarti mereka mengecilkan arti dan peranan Allah di tengah-tengah umat Israel sebagai Allah yang tak berdaya. Karena itu melalui nabi Yesaya, Allah menubuatkan kehancuran bangsa-bangsa yang sombong itu.

 

 

Sobat Teruna, dua hari yang lalu kita diingatkan agar berhati-hati menggunakan mulut. Hari ini kita diingatkan agar berhati-hati terhadap sikap sombong yang sering muncul tanpa disadari. Saat merasa paling pandai, kaya, hebat, dan orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan diri kita, maka berhati-hatilah. Itu berarti kita sedang terjangkit penyakit sombong. Kesombongan akan menghancurkan kita. Jadi, mari lekas andalkan Tuhan, bukan diri sendiri.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus tolonglah aku untuk tidak bersikap sombong dan selalu menghargai siapapun dengan segala potensi yang mereka miliki.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon