PERBUATAN YANG LAHIR DARI HATI YANG BERBELAS KASIH AKAN MEMBAWA ORANG KEPADA KRISTUS


Lukas 7 : 11 - 17

11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: ”Jangan menangis!” 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: ”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: ”Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan ”Allah telah melawat umat-Nya.” 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Kisah Yesus membangkitkan seorang anak lelaki tunggal dari seorang janda di kota Nain ini memiliki pesan yang mendalam bagi mereka yang menyaksikan peristiwa itu maupun kita pembaca kisah Injil ini. Bahwa Yesus Pemuda dari Nazareth itu adalah TUHAN yang berkuasa dan kuasa-Nya tak terbatas termasuk atas kematian. Bahwa TUHAN Mahakuasa itu bukanlah TUHAN yang jauh dari realitas hidup kita, sebab Ia menyatakan ke-Mahakuasaan-Nya dalam karya kasih kepada manusia yang sederhana, lemah dan tak berdaya. TUHAN Mahakuasa yang banyak orang pahami sebagai TUHAN yang jauh dan tidak terjangkau itu ternyata begitu dekat. Kemahakuasaan-Nya ditunjukkan melalui sikap hati yang penuh kasih, peduli dan welas asih. Ia sangat peduli kepada kehidupan manusia yang tak berdaya karena kuasa dosa dan kematian yang mencekam. Seluruh karya-Nya adalah karya kasih yang membawa manusia kepada keselamatan dan hidup yang kekal.


Sobat Teruna, kita patut bersyukur karena di dalam Kristus, hati yang berbelas kasih dari TUHAN Allah kita telah dinyatakan, sehingga kita telah diselamatkan. Bagi kita, Tuhan begitu dekat dan selalu ada di dalam dan bersama kita dan karena itu tiap saat Ia pun selalu peduli dengan hidup kita. Maka syukur itu harus kita nyatakan melalui perbuatan-perbuatan kasih yang lahir dari hati kita yang yang peduli kepada sesama. Seperti Kristus melakukannya bagi kita. Yakinlah, banyak orang akan mengaku dan percaya Yesus adalah Tuhan, karena mereka melihat perbuatan kita yang berbelas kasih.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ajar aku untuk hidup berbelas kasih kepada sesamaku ya Allah