BERKAT TUHAN MELIMPAH KEPADA TERUNA YANG RAJIN


Yesaya 51 : 1-3

1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari Tuhan! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. 2 Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia. 3 Sebab Tuhan menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman Tuhan. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

“Mana ada sekolah yang gampang?” Sobat Teruna, pertanyaan ini sering kita dengar dari orang yang telah mengalami masa pendidikan yang panjang. Hal itu mengungkapkan bahwa siapa yang bersedia sekolah, maka dia harus berjuang. Ia akan berhadapan dengan pelajaran-pelajaran yang beragam. Kadang sulit mengerjakan tugas sehingga butuh bantuan teman maupun orang tua. Kadang harus les untuk memperdalam pelajaran yang sudah kita terima. Bahkan kita membentuk kelompok belajar untuk saling menolong dalam mengerjakan tugas sekolah.


Sobat Teruna, Yesaya berseru kepada orang-orang yang selalu mencari Tuhan dalam kehidupan mereka dengan cara: berdoa, rajin beribadah ke rumah Tuhan, mempersembahkan korban, mengejar keadilan dan kebenaran Tuhan; yaitu keselamatan. Di tengah kesesakan hidup yang dirasakan, mereka hanya berharap kepada Tuhan. Yesaya memberikan penghiburan dengan mengingatkan bahwa berkat Abraham tetap berlaku atas mereka yang memandang Tuhan sebagai Gunung Batu keselamatan. Tuhan akan melimpahkan berkat atas Yerusalem seperti taman Tuhan bagi mereka yang selalu setia meskipun jumlahnya sedikit. Taman itu lambang dari tempat kediaman yang sempurna, segala sesuatu tersedia dalam kelimpahan, ada relasi yang damai antar manusia dengan sesamanya, manusia dengan mahluk lainnya.


Sobat Teruna, mari kita belajar hidup seperti bangsa Israel di jaman Yesaya. Meskipun kita harus berjuang di tengah kesesakan dan penderitaan, tetaplahpercaya dan berharap kepada Tuhan Sang Pemberi berkat yang melimpah. Meskipun kita saat ini harus berlelah-lelah bersekolah, asalkan tetap rajin beribadah, berdoa dan menceritakan tentang kasih Tuhan melalui perbuatan-perbuatan baik, tidak malas belajar, bersedia mendengarkan nasihat orang tua dan tidak suka berbohong, maka berkat Tuhan tetap tercurah. Kita pasti berhasil dalam studi

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku untuk menjadi anak yang selalu memiliki daya juang dalam menjalani masa studiku.