TERUNA BERIMAN, BERANI BERSAKSI

21 Jan 2020

 

Matius 9 : 1-8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. 2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ”Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” 3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ”Ia menghujat Allah.” 4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ”Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? 5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? 6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: ”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” 7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang. 8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Apakah sobat Teruna pernah menonton film Captain Marvel? Itu adalah sebuah film yang sangat menarik. Film tersebut menceritakan tentang seorang perempuan bernama Carol Danvers yang mengalami perubahan dengan mempunyai kekuatan luar biasa. Ia kemudian disebut sebagai Kapten Marvel yang ditugaskan untuk sebuah misi. Di tengah jalan, misinya berubah menjadi misi untuk bangsa jajahan yang membutuhkan pertolongan kemanusiaan. Kapten Marvel melawan ketidakadilan yang terjadi saat itu dan berhasil. Ia berubah persepsi tentang bangsa yang tadinya akan dihancurkannya.

 

Perjumpaan Yesus dengan orang yang lumpuh dan tidur di atas tempat tidur, menggambarkan perbedaan persepsi antara orang Yahudi dan diri-Nya tentang dosa dan penderitaan. Bagi orang Yahudi, penyebab sakit dan penderitaan adalah dosa. Ketika mereka melihat orang lumpuh datang kepada Yesus, mereka beranggapan bahwa orang lumpuh tersebut berdosa. Saat Yesus mengatakan bahwa dosanya sudah diampuni maka bagi orang Yahudi, Dia menghujat Allah. Padahal Yesus mau mengatakan kepada orang Yahudi bahwa tidak ada hubungan antara sakit dan dosa. Yesus memberikan motivasi dan semangat kepada orang lumpuh itu: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Lalu orang lumpuh itu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan pulang. Perbuatannya menggambarkan kebesaran imannya kepada perkataan Yesus. Hal ini membuat banyak orang menjadi takjub.

 

Sobat Teruna, iman yang besar ditandai dengan semangat dan motivasi yang benar untuk percaya pada perkataan Yesus bukan manusia. Teruna yang beriman adalah yang senantiasa berani bersaksi tentang kebaikan Tuhan meskipun ada orang yang tidak sepaham dan sependapat dengannya. Teruna yang bersedia untuk melakukan sesuatu bagi kebaikan orang lain bukan untuk diri sendiri pasti diberkati-Nya.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Bapa, tolong jadikan aku teruna yang berani menyatakan iman kepada Yesus melalui perbuatan yang baik dan benar.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon