TUHAN MEMBARUI HIDUPKU

30 Jan 2020

 

Wahyu 21 : 1-5

1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ”Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: ”Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.”

 

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Sobat Teruna yang dikasihi Tuhan. Dalam suatu perlombaan lari maraton, kita mengenal istilah garis start dan finish. Berawal dari garis start itu, seorang pelari akan berlari sejauh mungkin dan sekencang-kencangnya untuk mencapai garis finish. Dalam berlari, ia diperhadapkan dengan berbagai kesulitan, tubuh yang mulai letih hingga nafas yang mulai tersengal-sengal. Bagaimana pun sulitnya, seorang pelari akan tetap berusaha untuk mencapai garis finish.

 

Rasul Yohanes melihat dalam penglihatannya langit yang baru dan bumi yang baru serta kota Yerusalem yang baru. Ini berarti bahwa Allah membarui seluruh ciptaan-Nya. Kapankah hal itu terjadi?

 

Sobat Teruna, Allah berkenan agar setiap orang beriman mengalami kebahagiaan dan sukacita abadi. Garis start kehidupan adalah ketika kita lahir di dunia. Garis finish orang percaya bukan saat meninggalkan dunia ini, tetapi ketika Tuhan membarui kehidupannya di dalam kekekalan. Meskipun banyak kesulitan akan dijumpai dalam mencapai garis finish kehidupan ini, tetapi Tuhan akan selalu menguatkan dan membarui jiwa kita agar tetap segar. Kesulitan yang seringkali kita hadapi ialah kemalasan bersaat teduh maupun hadir dalam Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna (IHMPT). Lawanlah segala kesulitan itu! Sobat teruna, biarkan Tuhan bekerja membarui hidup kita. Hanya orang yang bergaul karib dengan Tuhan yang dapat masuk ke dalam langit yang baru dan bumi yang baru yang diciptakan Allah. Penulis Kitab Pengkhotbah berkata “Akhir suatu hal lebih baik daripada awalnya. Panjang sabar lebih baik daripada tinggi hati” (Pengkhotbah 7:8). Jadi walaupun kita harus pikul salib dalam perjalanan hidup di dunia ini, tetapi pada akhirnya Tuhan memberikan kebahagiaan kekal kepada orang yang setia dan taat kepada-Nya.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah, mohon baharuilah hidupku senantiasa, agar selalu berkenan pada-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon