MEMBANGUN IBADAH YANG BENAR


2 Raja-Raja 23 : 8-10

8 Disuruhnyalah datang semua imam dari kota-kota Yehuda, lalu ia menajiskan bukit-bukit pengorbanan, tempat para imam itu membakar korban, dari Geba sampai Bersyeba; dirobohkannya pula bukit-bukit pengorbanan di pintu-pintu gerbang yang ada dekat lobang pintu gerbang Yosua, penguasa kota itu, yang ada pada sebelah kiri kalau orang memasuki pintu gerbang kota itu. 9 Tetapi para imam bukit-bukit pengorbanan itu tidak boleh naik ke mezbah Tuhan di Yerusalem, hanya mereka boleh memakan roti yang tidak beragi di tengah-tengah saudara-saudara mereka. 10 Ia menajiskan juga Tofet yang ada di lembah Ben-Hinom, supaya jangan orang mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api untuk dewa Molokh.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Apakah sobat Teruna pernah melihat ada orang yang bermain handphone ketika sedang ibadah Minggu di gereja? Ketika pendeta berkhotbah, orang itu malah asyik dengan handphone-nya. Ada juga yang dalam ibadah malah asyik ngobrol dengan temannya, sehingga tidak mendengar kakak layannya menyampaikan firman Tuhan. Kalau menurut sobat Teruna, apakah tindakan seperti contoh di atas itu benar?


Orang-orang Israel beribadah kepada Tuhan, tetapi mereka juga menyembah berhala-berhala. Bahkan mereka mempersembahkan korban-korban kepada dewa-dewa. Lebih dari itu, orang-orang Israel juga melakukan penyembahan kepada dewa-dewa dengan mempersembahkan anak-anaknya kepada dewa Molokh sebagai korban bakaran dengan cara dibakar api. Sungguh mengerikan. Mereka telah bertindak yang jahat di hadapan Tuhan. Orang Israel tidak semata-mata hanya menyembah Tuhan, tetapi juga menduakan-Nya dengan menyembah dewa-dewa. Dalam bacaan kita, Raja Yosia melakukan pembaharuan dalam peribadahan orang Israel. Sebagaimana janji mereka untuk kembali taat dan setia kepada Tuhan, maka semua yang menduakan Tuhan dalam ibadah orang Israel, dimusnahkan. Tempat-tempat persembahan korban dinajiskan dan dirobohkan. Raja Yosia membersihkan semua itu supaya orang Israel beribadah kepada Tuhan dengan benar.


Sobat Teruna, apakah kita sudah beribadah dengan benar di hadapan Tuhan? Apakah sikap dan hati kita dalam beribadah sudah benar-benar tertuju kepada Tuhan? Ataukah kita juga menduakan Tuhan dalam ibadah dengan bermain handphone atau ngobrol dengan teman? Sobat Teruna, mari perbaiki kualitas ibadah kita! Kita singkirkan semua yang mengganggu dalam pelaksanaan ibadah kepada Tuhan sehingga ibadah kita benar-benar berkenan kepada-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong jagalah hatiku ketika beribadah kepada-Mu agar ibadahku berkenan di hadapan-Mu.