MEWUJUDKAN SIKAP IBADAH YANG BENAR


2 Raja-Raja 23 : 19-20

19 Juga segala kuil di bukit-bukit pengorbanan yang di kota-kota Samaria yang dibuat oleh raja-raja Israel untuk menimbulkan sakit hati Tuhan, dijauhkan oleh Yosia dan dalam hal ini ia bertindak tepat seperti tindakannya di Betel. 20 Ia menyembelih di atas mezbah-mezbah itu semua imam bukit-bukit pengorbanan yang ada di sana dan dibakarnya tulang-tulang manusia di atasnya, lalu pulanglah ia ke Yerusalem.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Sobat Teruna, beribadah merupakan sikap yang berbakti kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan penuh ungkapan syukur. Ketika bangsa Israel beribadah dengan menyembah dewa-dewa, Tuhan sangat sedih. Menyadari kesalahan dan untuk menyenangkan hati Tuhan perlu ada perubahan dan pembaruan dalam sikap umat, sehingga ibadah berjalan sesuai kehendak-Nya.


Dalam semangat pembaruan di kalangan orang Israel, Raja Yosia berusaha untuk menciptakan peribadahan yang benar di hadapan Tuhan. Karena itu semua hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, dilenyapkan oleh Raja Yosia. Bangunan kuil yang ada di kota Samaria, yang dibuat oleh raja-raja Israel, dianggap sebagai tempat penyembahan dewa-dewa. Ketika orang Israel melakukan peribadahan di sana, maka tindakan orang Israel dianggap menimbulkan sakit hati Tuhan. Demikian juga imam-imam yang melayani dalam ibadah di kuil-kuil tersebut, dianggap sebagai orang-orang yang bertindak melawan kehendak Allah, sehingga mereka juga harus dimusnahkan.


Sobat Teruna, dalam pembacaan Alkitab kita disebutkan bahwa Raja Yosia menyembelih semua imam bukit-bukit pengorbanan dan membakar tulang-tulangnya. Nampaknya mengerikan. Namun itulah cara yang digunakan untuk membersihkan semua peribadahan yang menyimpang dari kehendak Tuhan. Raja Yosia sangat mengagungkan peribadahan yang benar di hadapan Tuhan. Bagaimana dengan peribadahan kita? Sudahkah kita melakukannya dengan benar di hadapan Tuhan? Ayo periksa atau koreksi lagi pelaksanaan ibadah kita. Jangan ragu untuk menghapus bagian-bagian yang keliru dan tidak berkenan di hadapan-Nya. Bukan saja jalannya ibadah, tetapi juga hati, pikiran, sikap dan motivasi kita dalam beribadah. Semua harus kita lakukan dengan benar seperti yang dikehendaki Tuhan. Dengan demikian ibadah kita akan menyenangkan hati Tuhan dan menjadi kemuliaan bagi nama-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong jagalah hatiku selalu, agar ibadahku berkenan di hadapan-Mu.