BERHARAP PADA PETUNJUK TUHAN

9 Feb 2020

 

2 Raja-Raja 3 : 1-15

 

Yoram, anak Ahab, menjadi raja di Samaria atas Israel dalam tahun kedelapan belas zaman Yosafat, raja Yehuda, dan ia memerintah dua belas tahun lamanya. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, tetapi bukan seperti ayahnya dan seperti ibunya: ia menjauhkan tugu berhala Baal yang didirikan ayahnya.Namun demikian, ia masih berpaut kepada dosa Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula; ia tidak menjauhinya. Mesa, raja Moab, adalah seorang peternak domba; sebagai upeti ia membayar kepada raja Israel seratus ribu anak domba dan bulu dari seratus ribu domba jantan.Tetapi segera sesudah Ahab mati, memberontaklah raja Moab terhadap raja Israel. Keluarlah raja Yoram pada waktu itu dari Samaria, lalu ia memeriksa barisan seluruh orang Israel. Selanjutnya ia menyuruh orang kepada Yosafat, raja Yehuda, dengan pesan: ”Raja Moab telah memberontak terhadap aku! Maukah engkau bersama-sama aku berperang melawan Moab?” Jawabnya: ”Aku akan maju. Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.” Lagi ia bertanya: ”Melalui jalan manakah kita akan maju?” Jawabnya: ”Melalui padang gurun Edom!” Maka berjalanlah raja Israel dan raja Yehuda dan raja Edom. Tetapi sesudah mereka berkeliling tujuh hari perjalanan jauhnya, maka tidak terdapat air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka. 10 Lalu berkatalah raja Israel: ”Wahai, Tuhan telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!” 11 Tetapi bertanyalah Yosafat: ”Tidak adakah di sini seorang nabi Tuhan, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk Tuhan?” Lalu salah seorang pegawai raja Israel menjawab, katanya: ”Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia.” 12 Berkatalah Yosafat: ”Memang padanya ada firman Tuhan.”Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa. 13 Tetapi berkatalah Elisa kepada raja Israel: ”Apakah urusanku dengan engkau? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan kepada para nabi ibumu.” Jawab raja Israel kepadanya: ”Jangan begitu, sebab Tuhan memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Moab!” 14 Berkatalah Elisa: ”Demi Tuhan semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu. 15 Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan Tuhan meliputi dia.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Sobat Teruna, kegiatan tertentu akan lebih mudah jika kita laksanakan sesuai petunjuk. Misalnya: mengerjakan soal matematika atau membuat mainan slime di rumah. Begitu pun jika kita ingin pergi ke suatu tempat, lebih mudah mengikuti pentunjuk aplikasi peta yang disediakan di HP. Hampir semua alat elektronik disertai buku petunjuk penggunaan agar kita tidak salah atau merusak komponen tertentu.

 

Hari ini kita membaca kisah Raja Yoram yang putus asa karena tidak ada air minum. Yoram adalah Raja Israel Utara. Ia mengajak Raja Yehuda dan Raja Edom bekerjasama berperang melawan bangsa Moab. Rasa haus yang begitu kuat membuat Yoram berpikir: memang sudah jalan Tuhan mereka semua lemas dan dimusnahkan oleh orang Moab. Raja Yoram tidak bijaksana dalam memimpin sebab dia menyembah kepada lembu emas buatan Yerobeam (ayat 3). Yoram kehilangan arah dan harapan karena lembu emas hanya berhala bisu. Berbeda dengan Raja Yosafat yang tidak jatuh pada sikap putus asa. Raja Yosafat lebih memilih untuk mencari Nabi Elisa demi mendapatkan petunjuk dari Tuhan. Yosafat adalah Raja Yehuda, Israel bagian Selatan. 1 Raja-raja 22:43 mencatat bahwa ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Yosafat percaya bahwa di dalam Tuhan selalu ada harapan. Ia yakin Tuhan akan memberikan petunjuk yang benar.

 

Sobat Teruna, jika kita bekerjasama pasti kesulitan apa pun dapat diatasi dengan mudah. Namun demikian, hendaknya kerjasama itu didasari dengan rasa percaya pada petunjuk Tuhan. Pada Tuhan selalu ada harapan. Pada Tuhan selalu ada jalan. Percayalah pada bimbingan-Nya dalam menjalani hidup sehari-hari. Tuhan mempunyai rancangan yang baik dalam kehidupan kita semua.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, hanya kepada-Mu aku berharap. Aku mohon berkatilah seluruh kegiatanku hari ini agar aku bisa melalukannya dengan baik.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon