BERANI PEDULI!


Lukas 4 : 14-19

14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. 15 Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. 16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Pernahkah merasakan kesedihan yang mendalam dan hati yang hancur sehingga membuat kita rasanya seperti ingin terjun ke jurang yang paling dalam? Tahukah kita bahwa kesedihan dan hati yang hancur bisa membuat kita terbelenggu dalam kekecewaan dan kemarahan? Tentu saja rasa kecewa dan marah juga bisa membuat fisik dan pikiran kita sakit tak terkira. Lantas, bagaimana kita keluar dari keterpurukan dan kesedihan tersebut? Ada yang curhat di media sosial, ada yang curhat ke teman, ada yang lari ke pacar bahkan kemungkinan ada yang lari ke narkoba dan seks bebas.


Yesus Kristus melalui firman-Nya yang kita baca hari ini sangat melegakan kita. Dia memberikan obat penawar yang membuat kita bebas dari tekanan psikologis tersebut. Roh Allah yang ada pada diri Yesus telah mengurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin dan mengutus-Nya untuk memberikan pembebasan kepada orang-orang tawanan – termasuk mereka yang tertawan di dalam dosa, kekecewaan dan kemarahan – penglihatan bagi orang-orang buta, membebaskan yang tertindas dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Melegakan sekali kalau ada yang peduli dan menolong kita keluar dari pergumulan yang kita alami. Airmata kita dihapus-Nya. Tubuh kita ditopang-Nya. Tangan kita digenggam-Nya.


Sobat Teruna, maukah menerima Yesus Kristus menjadi sahabat yang selalu peduli? Kalau Yesus Kristus peduli dengan kita, apakah kita juga mau peduli dengan mereka yang tertekan dan terpuruk? Ada banyak mereka yang berencana bunuh diri karena persoalan yang begitu rumit. Dimanakah kita berada? Marilah kita merangkul mereka karena kita sudah terlebih dahulu dirangkul oleh-Nya. Janganlah menolak mereka sebagaimana Nazareth menolak kehadiran Yesus. Maukah?

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Terimakasih karena Engkau sudah peduli denganku ya Bapa. Pakai diriku yang lemah ini untuk memberi kekuatan dan peduli bagi yang membutuhkan.