TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ADALAH UNGKAPAN SYUKUR


2 Tawarikh 5 : 2-6

2 Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. 3 Maka pada hari raya di bulan ketujuh berkumpullah di hadapan raja semua orang Israel. 4 Setelah semua tua-tua orang Israel datang, maka orang-orang Lewi mengangkat tabut itu. 5 Mereka mengangkut tabut itu dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. 6 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

Bangsa Israel bersukacita dan bergembira karena pekerjaan berat dan melelahkan telah berakhir. Penantian panjang dan lama terhadap Bait Allah telah sirna. Hari itu seluruh rakyat Israel bergembira dan bersukacita. Apa yang begitu lama direncanakan dan diharapkan oleh Raja Daud dan Raja Salomo telah terwujud. Bait Allah telah selesai dibangun dan sekarang ditahbiskan oleh Imam Besar agar dapat dipakai sebagai tempat beribadah. Penahbisan Bait Suci dan perayaan syukur bangsa Israel berlangsung dengan sangat meriah. Kehadiran Allah adalah tanda bahwa Dia berkenan untuk menguduskan Bait Allah (ayat 12). Hal ini adalah suatu anugerah. Sejak saat itu, Bait Allah menjadi tempat yang kudus dan khusus bagi bangsa Israel serta tempat suci yang tidak boleh dicemarkan, dinodai dan dinajiskan oleh apa pun, kapan pun dan siapa pun. Pada waktu itu, pastilah teruna-teruna bangsa Israel yang adalah bagian dari komunitas bangsa Israel turut bersukacita atas penahbisan bait Allah tersebut. Bahkan bisa jadi mereka pun dapat menyaksikan secara langsung kehadiran Allah lewat awan tebal yang melingkupi Bait Allah sebagai peristiwa yang menakjubkan. Mereka tidak hanya menikmati kegembiraan pesta penahbisan Bait Allah, tetapi mereka juga secara tidak langsung mendapat tugas dan tanggung jawab untuk memelihara Bait Allah yang megah dan indah itu.


Bercermin dari pengalaman hidup teruna Israel di waktu itu yang mendapat tugas dan tanggung jawab untuk memelihara Bait Allah, maka muncul pertanyaan untuk teruna-teruna GPIB saat ini. Tugas dan tanggung jawab seperti apa yang ingin diberikan dan dikerjakan bagi gereja, agar persekutuan, pelayanan dan kesaksian tetap dapat berjalan dengan baik dan konsisten? Buktikan dan lakukan sekarang!

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku dapat melakukan tugas dan tanggungjawabku bagi gereja sebagai wujud syukurku kepada-Mu.