MENUNJUKKKAN KESAN YANG BAIK

 

Nahum 2 : 3-13

                              

3 Perisai para pahlawannya berwarna merah, prajuritnya berpakaian kirmizi; kereta berkilat-kilat seperti api suluh pada hari ia melengkapinya, dan kuda-kuda penuh gelisah. 4 Kereta melaju galak di jalan, kejar-mengejar di lapangan; kelihatannya seperti suluh, berpacu seperti kilat. 5 Pasukan-pasukan istimewa dikerahkan, mereka tersandung jatuh di waktu berjalan maju; mereka lari terburu-buru ke arah tembok kota, sedang alat pendobrak sudah ditegakkan. 6 Pintu-pintu di sungai-sungai telah dibuka,dan istana menjadi gempar. 7 Permaisuri dibawa ke luar dan ditelanjangi dan dayang-dayangnya mengerang, mengaduh seperti suara merpati sambil memukul-mukul dada. 8 Niniwe sendiri seperti kolam air yang airnya mengalir ke luar. ”Berhenti! Berhenti!” teriak orang, tetapi tidak ada yang berpaling. 9 Jarahlah perak, jarahlah emas! Sebab tidak berkesudahan persediaan harta benda, kelimpahan segala barang yang indah-indah! 10 Ketandusan, penandusan dan penindasan! Hati menjadi tawar dan lutut goyah! Segenap pinggang gemetar, dan muka sekalian orang menjadi pucat pasi. 11 Di mana gerangan persembunyian singa dan gua singa-singa muda, tempat singa pulang pergi, tempat anak singa, di mana tidak ada yang mengganggunya? 12 Biasanya singa itu menerkam supaya cukup makan anak-anaknya, mencekik mangsa bagi betina-betinanya, dan memenuhi liangnya dengan mangsa dan persembunyiannya dengan terkaman. 13 Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan semesta alam, Aku akan membakar keretamu menjadi asap, dan pedang akan memakan habis singa mudamu; Aku akan melenyapkan mangsamu dari atas bumi, dan suara utusan-utusanmu tidak akan terdengar lagi.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 

Bayu adalah seorang remaja yang selalu menambahkan sebuah mangga kepada setiap orang yang membeli sekilo buah mangga di perkebunan ayahnya. Karena itu, bukan hanya ayahnya yang senang dengan idenya, tetapi tetangga di sekitarnya, juga orang-orang di luar desanya berbondong-bondong membeli mangga di perkebunan ayahnya karena sikap ramahnya dan sebuah mangga ekstra. Ketika ada orang iri hati lalu membakar tembok pagar area perkebunan mangga milik ayahnya, warga masyarakat segera bertindak menolong memadamkan api, sehingga Bayu beserta keluarganya selamat dan tidak mengalami kerugian. Menabur kebaikan dapat membuat kita menuainya juga di saat yang tepat dan sangat dibutuhkan.

 

Waktu Kerajaan Asyur jatuh karena diserang musuh, bangsa-bangsa yang telah diperlakukan dengan kejam olehnya akan bertepuk tangan kegirangan. Itulah nubuat Nabi Nahum. Kerajaan Asyur yang merasa kuat dan paling berkuasa karena memiliki banyak tentara dan fasilitas peperangan yang lengkap tidak akan berdaya menghadapi Tuhan pada hari pembalasan-Nya. Saat Niniwe sebagai ibukota Kerajaan Asyur mengalami hal mengerikan itu, tidak ada satu pun bangsa yang peduli. Mereka mengalami kehancuran hati, jiwa dan keadaan sekelilingnya.

 

Sobat Teruna, sering terjadi seseorang pada waktu jaya menjadi lupa diri. Bukan kesan baik yang ditunjukkan kepada orang lain, melainkan sikap sombong, arogan dan tidak berbelas kasih. Akibatnya, ketika tiba hari kemalangan, tidak ada yang bersimpati dan menolongnya. Itulah sebabnya kita tidak boleh jahat, merasa paling hebat dan bertindak semena-mena. Tuhan Yesus berkehendak kita melakukan perbuatan baik agar orang lain memuliakan Bapa di sorga. Saat tantangan datang, Tuhan pasti menolong melalui orang-orang di sekeliling kita, bahkan Dia sendiri menyelamatkan karena kasih dan kuasa-Nya.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong aku menjadi pribadi yang menunjukkan kesan baik dalam ketulusan kepada orang lain, sehingga mereka memuliakan Bapa di sorga.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon